Membangun Strategi Gereja Berdasar Kisah Para Rasul 4:1-31 Terhadap Gerakan Keagamaan yang Konfrontatif

Authors

DOI:

https://doi.org/10.38189/jan.v6i2.1028

Keywords:

church strategy, confrontational movements, Acts 4, contextual hermeneutics, the sovereignty of God, parrhesia

Abstract

This study aims to formulate a church strategy in dealing with confrontational religious movements by using a contextual hermeneutic approach to Acts 4:1-31. The issues behind this research are polarization and challenges to religious freedom that require the church to not only remain silent but respond wisely. This qualitative research uses contextual hermeneutic methods to analyze the text, then formulate relevant theological principles and strategies. The results of the study show that the response of the early church was not physical resistance, but rather a response rooted in a strong theological foundation, namely the absolute sovereignty of God (Despotes) and community solidarity. This results in the courage (parrhesia) to continue to testify. Based on these findings, the study formulated three elements of strategies for the church: (1) Faith-Based Strategies to strengthen congregational understanding, (2) Community-Based Strategies to build internal solidarity, and (3) Testimonial-Based Strategies to act with compassionate courage. Thus, this study concludes that effective church responses are proactive and transformative, not reactive and confrontational. This aims to maintain the testimony, harmony, and integrity of the church in the midst of a pluralistic society.

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi gereja dalam menghadapi gerakan keagamaan yang konfrontatif dengan menggunakan pendekatan hermeneutika kontekstual terhadap Kisah Para Rasul 4:1-31. Isu-isu yang melatarbelakangi penelitian ini adalah adanya polarisasi dan tantangan terhadap kebebasan beragama yang menuntut gereja untuk tidak hanya berdiam diri, tetapi merespons secara bijaksana. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode hermeneutika kontekstual untuk menganalisis teks, kemudian merumuskan prinsip-prinsip teologis dan strategi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respons gereja mula-mula bukanlah perlawanan fisik, melainkan respons yang berakar pada fondasi teologis yang kuat, yaitu kedaulatan mutlak Allah (Despotes) dan solidaritas komunitas. Hal ini menghasilkan keberanian (parrhesia) untuk terus bersaksi. Berdasarkan temuan ini, penelitian merumuskan tiga elemen strategi bagi gereja: (1) Strategi Berbasis Iman untuk menguatkan pemahaman jemaat, (2) Strategi Berbasis Komunitas untuk membangun solidaritas internal, dan (3) Strategi Berbasis Kesaksian untuk bertindak dengan keberanian penuh kasih. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa respons gereja yang efektif adalah yang proaktif dan transformatif, bukan reaktif dan konfrontatif. Hal ini bertujuan untuk menjaga kesaksian, kerukunan, dan integritas gereja di tengah masyarakat plural.

References

Alkitab Terjemahan Baru Edisi Kedua, Kisah Para Rasul 4:1. Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia, 2023.

Garcia, H.B. “Penderitaan Dan Kesaksian: Sebuah Perspektif Misiologis Dari 1 Petrus.” Veritas: Jurnal Teologi Dan Pelayanan 3, no. 2 (2002): 225–41.

Lestari, S., & Randisa, R. “Analisis Penolakan Pembangunan Gereja HKBP Maranatha Di Kota Cilegon.” Populis: Jurnal Sosial & Humaniora 7, no. 3 (2022): 211–225.

Linansera, Zet Reinaldo, Soneta Sang Surya Siahaan, Sutjiono Rohana J, and Leyna Christin Nainggolan. “Gereja Di Tengah Krisis Demokrasi: Menakar Ulang Suara Profetik Bagi Bangsa.” Jurnal Semper Reformanda 6, no. 1 (2024): 12–22.

Lola, Jultriani Sombo, and Febrianto Rompis. “Strategi Pertumbuhan Gereja Menurut Kisah Para Rasul 4:32-37 Dan Implikasinya Bagi Gereja Masa Kini.” Jurnal Teologi Injili Dan Pendidikan Agama 1, no. 2 (2023): 84–89. https://doi.org/https://doi.org/10.55606/jutipa.v1i2.95.

Mintoni Asmo Tobing. “Peran Gereja Dalam Misi.” Jurnal Missio-Christo 1, no. 1 (2019): 59–73.

Moulton, Harold K. Leksikon Analisis Bahasa Yunani Yang Direvisi. 1st ed. Randa’s Family Press, 2008.

Mulyono, Edi. Belajar Hermeneutika. Jakarta: IRCiSoD., 2013.

Natalia, A. “Faktor-Faktor Penyebab Radikalisme Dalam Beragama (Kajian Sosiologi Terhadap Pluralisme Agama Di Indonesia).” Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama 11, no. 1 (2016): 36–56.

Pambayun, Kaventius. “Strategi Gereja-Gereja Daerah Menyikapi Tantangan Pelayanan: Upaya Membangun Gereja Misioner.” Te Deum (Jurnal Teologi Dan Pengembangan Pelayanan) 11, no. 1 (2021): 99–123. https://doi.org/https://doi.org/10.51828/td.v11i1.25.

Putri, Adelia Primadani, Ruat Diana, and Fiona Enjelita. “Strategi Gereja Dalam Mengembangkan Komunitas Digital Sebagai Sarana Pembinaan Pemuda.” In Proceeding National Conference of Christian Education and Theology, 3:64–76, 2025. https://doi.org/https://doi.org/10.46445/nccet.v3i1.1099.

Renhoar, Yan Jemi, Skivo R Watak, and Korneles V Ohoiwutun. “Bersaksi Sebagai Gaya Hidup Untuk Pertumbuhan Iman Di Fakultas Teologi Universitas Kristen Papua.” Eirene: Jurnal Ilmiah Teologi 10, no. 2 (2025): 353–73.

Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2010.

Sutoyo, Daniel. “Allah Memanggil Umat-Nya Untuk Menjadi Gereja Yang Tekun Berdoa Menurut Kisah Para Rasul 4:23-31.” Dunamis?: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani 1, no. 1 (2016): 52–73.

Tambun, Roy Haries Ifraldo. “Kebangkitan Sebagai Manifestasi Kuasa Allah: Pendekatan Historis-Kritis Terhadap Matius 22:23-33 Dalam Kontras Keyakinan Yudaisme Reformasi Dan Kristen.” Jurnal Teologi & Pelayanan Kerusso 9, no. 2 (2024): 257–270.

Tenney, Merrill C. Survey Perjanjian Baru. Jakrata: Gandum Mas, 2024.

Wahid, K.H. Abdurrahman, ed. Ilusi Negara Islam: Ekspansi Gerakan Islam Transnasional Di Indonesia. Jakarta: Gerakan Bhinneka Tunggal Ika, the Wahid Institute, Maarif Institute, 2009.

Waruwu, Nofedin, Yudha Ardiyanto, Remegises Danial Yohanis Pandie, and Juandi Sakaro Situmorang. “Strategi Penatalayanan Gereja Dalam Menghadapi Tantangan Globalisasi.” Ritornera: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia 4, no. 3 (2024): 164–78. https://doi.org/https://doi.org/10.54403/rjtpi.v4i3.115.

Wati, Astriana. “Strategi Gereja Dalam Meningkatkan Kehadiran Jemaat Di IbadahRaya: Studi Pada Gereja Persekutuaan Pemberitaan Injil KristusGetsemani Kemayo, Kalimantan Barat.” ICHTUS: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani 3, no. 2 (2022): 106–16.

Wibowo, Moses. “Kajian Biblika Wahyu 11:1-13: Kedaulatan Allah Dalam Melindungi Dan Memulihkan Orang Percaya Dari Penderitaan.” Manna Rafflesia 11, no. 2 (2025): 358–77.

Wijayanto, W. S. “Resolusi Konflik Pembangunan Gereja Baptis Indonesia Di Tlogosari, Semarang.” Jurnal Abdiel 4, no. 2 (2020): 161–175.

Zai, Iman Pasrah, and Yeremia Hia. “Gereja Sebagai Komunitas Yang Sehat Dan Dampaknya Bagi Orang Percaya.” Tri Tunggal: Jurnal Pendidikan Kristen Dan Katolik 3, no. 2 (2025): 103–18.

Zendrato, Anugrah Saro Iman, Yusuf Tandi, and Milla Widyawati Kusuma Wardhani. “Studi Hermeneutika Dalam Analisis Teks Dan Konteks.” SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 1, no. 2 (2021): 57–73.

Downloads

Published

2025-12-29

How to Cite

Sumiwi, A. R. E., & Prabowo, Y. S. (2025). Membangun Strategi Gereja Berdasar Kisah Para Rasul 4:1-31 Terhadap Gerakan Keagamaan yang Konfrontatif. Angelion: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen, 6(2), 188–205. https://doi.org/10.38189/jan.v6i2.1028