Tinjauan Trilogi Kerukunan Umat Beragama Berdasarkan Perspektif Iman Kristen

Yonatan Alex Arifianto, Joseph Christ Santo

Abstract


Abstract: In Indonesia as a multicultural country, there is a diversity of beliefs. History proves that unhealthy exclusivism endangers pluralism. Differences in religious beliefs can become a potential for horizontal conflict if the state does not act to prevent this. In order to create a harmonious society, the government has launched the Religious Harmony Trilogy through the Regulation of the Minister of Religion and the Minister of Home Affairs. As citizens of Indonesia, Christians cannot neglect this harmony effort. This study aims to answer the problem of how the role of believers in social life in applying the Religious Harmony Trilogy based on the perspective of the Christian faith. This research uses descriptive analysis method through related literature. The results of this study indicate: first, Christianity teaches living in harmony among fellow Christians as members of the body of Christ. Second, Christianity teaches to be the light of the world and the salt of the world in the midst of people with different faiths, so that harmony can be created. Third, Christianity teaches submission to the government because the government is determined by God, thus creating harmony between Christians and the government.

Abstrak: Di dalam negara Indonesia yang multikultural dijumpai adanya keberagaman keyakinan. Sejarah membuktikan bahwa eksklusivisme yang tidak sehat membahayakan kemajemukan. Perbedaan keyakinan agama bisa menjadi potensi konflik horizontal apabila negara tidak bertindak mencegah hal tersebut. Dalam rangka mewujudkan masyarakat yang harmonis, pemerintah telah mencanangkan Trilogi Kerukunan Umat Beragama melalui Peraturan Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri. Sebagai warga negara Indonesia, umat Kristen tidak bisa berlaku abai terhadap upaya kerukunan ini. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan bagaimanakah peran orang percaya dalam kehidupan bermasyarakat dalam mengaplikasikan Trilogi Kerukunan Umat Beragama berdasarkan persepektif iman Kristen. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis melalui literatur terkait. Hasil dari penelitian ini menunjukkan: pertama, kekristenan mengajarkan hidup rukun di antara sesama umat Kristen sebagai anggota tubuh Kristus. Kedua, kekritenan mengajarkan untuk menjadi terang dunia dan garam dunia di tengah-tengah masyarakat dengan keyakinan iman yang berbeda, sehingga tercipta keharmonisan. Ketiga, kekristenan mengajarkan penundukan kepada pemerintah karena pemerintah ditetapkan oleh Allah, dengan demikian terwujud kerukunan antara umat Kristen dengan pemerintah.


Full Text:

PDF

References


Daya, Burhanuddin. Agama Dialogis: Merenda Dialektika, Idealita, dan Realita Hubungan Antaragama. Yogyakarta: Mataram-Minang Lintas Budaya, 2004.

Efendi, Johan. Merayakan Kebebasan Beragama. Jakarta: Indonesian Conference on Region and Peace, 2009.

Jainuri, Achmad, dan dkk. Terorisme dan Fundamentalisme Agama. Malang: Bayu Media Publishing, 2003.

Jamaludin, Adon Nasrullah. Agama dan Konflik Sosial. Bandung: Pustaka Setia, 2015.

Mangunsong, Nurainun, dan Vita Fitria. “Pancasila dan toleransi pada tradisi keagamaan masyarakat Yogyakart.” Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan 16, no. 1 (2019): 89–97. https://journal.uny.ac.id/index.php/civics/index.

Negara, Alamsyah Ratu Perwira. Kehidupan Beragama Dalam Negara Pancasila. Jakarta: Departemen Agama RI, 1982.

Prakoso, Galih. “Trilogi Kerukunan Umat Beragama.” Kompasiana, Oktober 2012. https://www.kompasiana.com/ diakses pada tanggal 14 Mei 2020, pukul 00:27 .

Roza, Prima, dan dkk. Memahami dan Memaknai Pancasila sebagai Ideologi dan Dasar Negara. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2015.

Sairin, Weinata. Kerukunan Umat Beragama Pilar Utama Kerukunan Berbangsa. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2006.

Santo, Joseph Christ. “Makna Kesatuan Gereja dalam Efesus 4: 1-16.” Jurnal Teologi El-Shadday (November 30, 2017). http://stt-elshadday.ac.id/e-journal/index.php/el-shadday/article/view/1.

Sastrapratedja, M. Manusia Multi Dimensional: Sebuah Renungan Filsafat. Jakarta: Gramedia, 1983.

Setara Institut. Dari Radikalisme menuju Terorisme. Jakarta: Pustaka Masyarakat Setara, 2015.

Suharto, Sugeng. Kebijakan Pemerintah sebagai Manifestasi Peningkatan Toleransi Umat Beragama guna Mewujudkan Stabilitas Nasional dalam Rangka Ketahanan Nasional. Ponorogo: REATIV, 2019.

Sumiwi, Asih Rachmani Endang. “Pembaharuan Pikiran Pengikut Kristus Menurut Roma 12:2.” Jurnal Teologi Berita Hidup 1, no. 1 (2018): 46–55. www.e-journal.sttberitahidup.ac.id/index.php/jbh.

T, Adhiatera. Perjalanan Spiritual Seorang Kristen Sekuler. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2008.

Wahyuni. Agama dan Pembentukan Struktur Sosial: Pertautan Agama, Budaya, dan Tradisi Sosial. Jakarta: Prenandamedia, 2018.

Yewangoe, A. A. Agama dan Kerukunan. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2009.

Zaenal, Arifin. Menuju Dialog Islam Kristen. Semarang: Walisongo Press, 2010.

Zaluchu, Sonny Eli. “Analisis Kisah Para Rasul 15 Tentang Konflik Paulus dan Barnabas serta Kaitannya dengan Perpecahan Gereja.” Kurios 4, no. 2 (2918): 107–117. http://www.sttpb.ac.id/e-journal/index.php/kurios .


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

Angelion Stats