Pandangan Etika Kristen tentang Berbusana bagi Wanita Kristen

Evi Prasti

Abstract


In dressed placement there are special situations that require the wearer to dress in formal situations, namely government agencies, schools, offices and worship. In a semi-formal or causal situation that is a semi-formal situation but there is a limit of politeness also in non-formal situations such as in the market, at home. This situation has no rules that bind it from the three situations we must be able to choose clothing according to the provisions of the event we are going to attend. Christian women's clothing must be different, because it manifests the person of the Lord Jesus the Great and holy so that the appearance of dressed in Christianity especially prioritizes God rather than appearance. Because God is holy and holy, in practice daily life glorifies God through our bodies. In a position as a student, the clothes that are used are dress that is polite, not sexy, does not wear a T-shirt, does not wear a tight shirt, mini skirt, transparent clothes but can choose clothes that are reasonable and appropriate in the campus situation.

 

Abstrak

Dalam penempatan berbusana ada situasi khusus yang menuntut si pemakai berbusana sapan dalam situasi formal yaitu instansi pemerintahan, sekolah, kantor dan beribadah.  Dalam situasi semi formal atau causal yaitu situasi setengah formal  tetapi ada  batas kesopanan juga dalam situasi non formal seperti di pasar, dirumah.  Situasi ini tidak ada peraturan yang mengikatnya dari ketiga situasi  tersebut kita harus dapat memilih busana sesuai ketentuan acara yang kita akan hadiri.  Busana  wanita Kristen harus berbeda, karena mewujudkan pribadi Tuhan  Yesus yang Agung dan kudus sehingga penampilan  dalam berbusana orang Kristen  terlebih mengutamakan  Tuhan dari pada penampilan.  Sebab tuhan adalah suci  dan kudus  maka dalam praktek kehidupan sehari hari memuliakan Tuhan melalui tubuh  kita.  Dalam posisi sebagai mahasiswa maka busana yang dipakai  adalah busana yang sopan, tidak seksi, tidak memakai kaos oblong,tidak memakai kaos ketat,rok mini, baju transparan melainkan dapat memilih busana yang wajar dan pantas dalam situasi kampus.


Keywords


ethic of fashion, fashion, fashioning, Christian woman, berbusana, busana, etika berbusana, wanita Kristen

Full Text:

PDF

References


Abineno.J.Ch. Etika dan Soal-Soal etis. Jakarta:BPK Gunung Mulia 1994.

Budiman, Yoyok. Anda dan Gaya Busana. Jakarta, Gramedia, 2000.

Collum, Fiona M. Kecatikan Bagi seorang Wanita, surat Kabar Suara Merdeka. 21 april 1990.

Depdiknas, Pembuatan Busana Wanita dan Anak Harian Kompas. Jakarta september 2003.

Getz, Gene A. Citra Wanita Kristen. Jakarta: BPK Gunung Mulia,1994.

Hefley, Morti. Gadis Idaman. Bandung: Yayasan Kalam hidup t.t.

Kusuma Wardani, Reni. Pedoman Menata Gaya Busana. Jakarta: Gramedia, 2001.

Pratiwi ,Djati. Pola dasar Pecah Pola Busana. Yogyakarta: Kanisius, 2001.

Putera, Phil. Eka Dharma. Etika Sederhana Untuk semua. Jakarta: BPK Gunung Mulia 1992.

Stoot, john Isu-Isu Global. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1997.

Verkuil, J. Etika Kristen Kebudayaan. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1989.




DOI: https://doi.org/10.38189/jtbh.v1i2.12

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

 

 

 

    

Statistik Pengunjung