Kajian Teologis Konsep Kebahagiaan menurut Matius 5:3

Yuhananik Yuhananik

Abstract


Happy is the ultimate achievement that everyone in the world wants to enjoy. Various things are done to get that happiness. This article aims to provide an understanding of the concept of happiness according to Matthew 5: 3. By using the text analysis method to Matthew 5: 3, the conclusion is that it has three important meanings, namely: poor spirit, humble and dependent on God.

 

Abstrak

Bahagia merupakan pencapain akhir yang ingin dinikmati oleh setiap orang di dunia. Berbagai hal dilakukan untuk mendapatkan kebahagiaan itu. Artikel ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang konsep bahagia menurut Matius 5:3. Dengan menggunakan metode analisis teks terhadap Matius 5:3, didapatkan kesimpulannya memiliki tiga makna penting, yaitu: miskin roh, rendah hati dan bergantung pada Allah. 


Keywords


Happy, Kingdom of Heaven, poor before God,

Full Text:

PDF

References


Lembaga Alkitab Indonesia, Perjanjian Baru. Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia, 1997.

Billy Graham, Rahasia Hidup Bahagia. Bandung: Lambaga Literatur Babptis, tth.

David Revenhill, Mereka Minum Dari Sungai dan Mati di Padang Gurun. Jakarta: Yayasan Pekabaran Injil, 2001.

George Eldon Ladd, Teologi Perjanjian Baru Jilid 1. Bandung: Kalam Hidup, 1999.

John R. Stott, Efesus. Jakarta: Yayasan Bina Kasih/OMF, 2003.

Paul Enns, Buku

Pegangan Teologi Jilid 1. Malang: Lembaga Literatur Babtis, tth.

Sastro Soedirjo, Menggali Isi Alkitab 4 Roma Sampai Dengan Wahyu. Jakarta: Yayasan Bina Kasih/OMF, 2002.

William Barclay, Pemahaman Alkitab Setiap Hari Matius Ps 1-10. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1993.




DOI: https://doi.org/10.38189/jtbh.v1i2.15

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

 

 

 

    

Statistik Pengunjung