Sistem Ladang Gilir Balik Sebagai Ekoteologi Masyarakat Dayak

Sterra Helena Mathilda, Binsar Jonathan Pakpahan, Sandro Hasoloan Tobing

Abstract


Makalah ini bermaksud untuk membangun sebuah ekoteologi dari sistem ladang gilir balik (ladang berpindah) masyarakat Dayak. Sistem ladang gilir balik adalah teknik menanam padi yang memerhatikan faktor berikut: memilih lahan, menebas, menebang, membakar, menugal, hingga menuai. Sebagai aktivitas pertanian, sistem ladang gilir balik sering disalahpahami oleh pemerintah dan masyarakat modern sebagai sebuah aktivitas yang merusak lingkungan. Tetapi, melalui metode kualitatif deskriptif, dibantu dengan analisis Robert P. Borrong dan Daniel P. Scheid, penelitian ini menemukan bahwa sistem ladang gilir balik adalah sebuah kearifan lokal yang bisa digunakan untuk membangun sebuah teologi yang berdasar kepada kepedulian ekologi. Borrong memberikan fokus penting pada isu ekoteologi kontekstual, dan Scheid menggunakan dialog kosmologis sebagai sebuah pola pikir hidup bersama antarciptaan, baik antara manusia dan nonmanusia. Ladang gilir balik adalah narasi kehidupan masyarakat Dayak peladang di Kalimantan untuk memaknai relasi antarciptaan. Sebuah ekoteologi kontekstual yang menghargai alam sangat diperlukan tengah krisis ekologi. Pendekatan ekoteologi kristiani akan memperlihatkan bahwa narasi masyarakat lokal di Indonesia memiliki nilai penghargaan akan alam.


Keywords


Ekoteologi; Dayak; desa Long Peso; desa Kenaman; ladang gilir balik; Robert P. Borrong; Daniel P. Scheid

References


Barahamin, Andre. “Menyasar Dan Memenjarakan Para Peladang.” Mongabay.Co.Id.

Baskoro, Budi. “Nasib Kakek Peladang Dari Kotawaringin Terjerat Kasus Karhutla.”

Billa, Marthin. Alam Lestari Dan Kearifan Budaya Dayak Kenyah. Edited by Fatich Alfais. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 2006.

Borrong, Robert P. “Batu Pare: Norma Mengolah Lahan Pertanian Masyarakat Kalumpang.” In Teologi Tanah: Perspektif Kristen Terhadap Ketidakadilan Sosio-Ekologi Di Indonesia, edited by Zakaria J. Ngelow and Lady Paula R. Mandalika, 141–163. Makassar: Yayasan Oase Intim, 2015.

———. Etika Bumi Baru: Akses Etika Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2000.

———. “Kronik Ekoteologi: Berteologi dalam Konteks Krisis Lingkungan.” Stulos 17, no. 2 (2019): 185–212.

Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Direktorat Jenderal Pengendallian Perubahan Iklim. “Rekapitulasi Luas Kebakaran Hutan Dan Lahan (Ha) Per Provinsi Di Indonesia Tahun 2015-2020.” Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan.

Erni, Christian. “Shifting Cultivation, Livelihood and Food Security: New and Old Challenges for Indigenous Peoples in Asia.” In Shifting Cultivation, Livelihood and Food Security: New and Old Challenges for Indigenous Peoples in Asia, edited by Christian Erni, 415. Bangkok: FAO, IWGIA, AIPP, 2015.

Maunati, Yekti. Identitas Dayak. Yogyakarta: LKiS Yogyakarta, 2004.

Pahlevi, Aseanty. “Tidak Terbukti Bakar Lahan, Enam Peladang Di Sintang Divonis Bebas.”

Putri, Maya. “Kajian Indeks Kualitas Tanah Setelah Dibakar Pada Tiga Periode Pembakan Ladang Berpindah Menggunakan Metode Mausbach Dan Seybold Di Kabupaten Melawi” (2018): 1–12.

Rifqi, M. “Ladang Berpindah Dan Model Pengembangan Pangan Indonesia: Studi Kasus Daerah Dengan Teknik Ladang Berpindah Dan Pertanian Modern.” In Seminar Nasional Inovasi Dan Aplikasi Teknologi Di Industri, 1–8. Malang: Institut Teknologi Malang, 2017.

Samsoedin, I., A. Wijaya, and H. Sukiman. “Konsep Tata Ruang Dan Pengelolaan Lahan Pada Masyarakat Dayak Kenyah Di Kalimantan Timur.” Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan 7, no. 2 (2010): 145–168.

Scheid, Daniel P. The Cosmic Common Good: Religious Common Grounds for Ecological Ethics. New York: Oxford University Press, 2016.

Silvi, Augustine Lumangkun, and Evy Wardenaar. “Kearifan Lokal Masyarakat Dalam Kegiatan Ladang Berpindah Di Dusun Laek Desa Bengkilu Kecamatan Tujuh Belas Kabupaten Bengkayang.” Hutan Lestari 5, no. 4 (2017): 1027–1034.

Sulaiman, Andi Amran. Sukses Swasembada Indonesia: Menjadi Lummbung Pangan Dunia 2045. Edited by Tahlim Sudaryanto, Achmad Suryana, and Hermanto. Jakarta: IAARD Press, 2018.

Timotius, Teofilusianto. “Dua Peladang Kapuas Hulu Divonis Lima Bulan Penjara Terkait Karhutla.” ANTARA News Kalimantan Barat.

Widjono AMZ, Roedy Haryo. Masyarakat Dayak Menatap Hari Esok. Jakarta: Grasindo, 1998.

Wirzba, Norman. “Agrarian Ecotheology.” Theology 116, no. 1 (January 2013): 36–38.

———. From Nature to Creation: A Christian Vision for Understanding and Loving Our World. Grand Rapids, Michigan: Baker Academic, 2015.

“Profil Kecamatan Peso.”




DOI: https://doi.org/10.38189/jtbh.v4i1.150

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
JURNAL TEOLOGI BERITA HIDUP is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at https://e-journal.sttberitahidup.ac.id/index.php/jbh
E-mail: jurnalberitahidup@gmail.com

JURNAL TEOLOGI BERITA HIDUP telah terindeks pada situs:

           

 Association Membership:

   

Laman terkait

            

 

View Berita Hidup Stats