Strategi Guru PAK dalam Membangun Pancasila sebagai Paradigma Integrasi Bangsa terhadap Peserta Didik di Era Milenial

Reni Triposa, Yonatan Alex Arifianto

Abstract


Abstract: Without realizing it, the millennial era with technological sophistication brings students to be influenced by wrong associations which will unconsciously bring about the disintegration of the nation. Therefore, teachers of Christian religious education can have strategies in bringing students to build their nationality through the paradigm of national integration based on Pancasila. through technological advances. and having used descriptive qualitative methods with a literature study approach, it can be concluded that the PAK teacher's strategy in building Pancasila as a paradigm of Nation integration towards students in the millennial era is to understand the degradation or moral decadence in the millennial era which continues to increase. For this reason, Christian Religious Education Teachers actualize the view of Pancasila as the basis for developing the integration of the Nation and also see that there is no theological debate on the value of Pancasila in the theological ethical perspective. From this, teachers have the basis to play a role in Guru Pak's strategy in the Actualization of National Integration in the millennial era, with the following steps: First, they are able to grow the faith of students who are increasingly mature. Second, it teaches to love each other and get rid of all bullying and improper behavior of students in respecting their nation's leaders. Third, provide an example in using social media and everything related to the internet of think.

 Abstrak: Tanpa disadari era milenial dengan kecanggihan teknologi membawa peserta didik terpengaruh dengan pergaulan yang salah yang secara tidak sadar akan membawa disintegrasi bangsa. Oleh karena itu guru pendidikan agama kristen dapat memiliki strategi dalam membawa peserta didik membangun kebangsaannya melalaui paradigma integrasi bangsa yang berlandaskan Pancasila. Melalui kemajuan teknologi dan memiliki menggunakan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi pustaka dapat disimpulkan bahwa strategi guru PAK dalam membangun Pancasila sebagai paradigma integrasi bangsa terhadap peserta didik di era milenial adalah memahami degradasi atau dekadensi moral di era milenial yang terus meningkat. Untuk itu Guru Pendidikan Agama Kristen mengaktualisasikan pandangan Pancasila sebagai dasar pembangunan integrasi bangsa dan juga melihat tidak ada perdebatan teologis dalam nilai Pancasila dalam perspektif  etis teologis. Dari hal tersebut guru memiliki dasar untuk berperan dalam strategi Guru Pak dalam aktualisasi integrasi bangsa di era milenial dengan langkah: Pertama, mampu menumbuhkan  iman peserta didik yang semakin  dewasa. Kedua, mengajarkan untuk saling mengasihi dan membuang segala perundungan, dan prilaku yang tidak benar peserta didik dalam menghormati pemimpin bangsanya. Ketiga, memberikan keteladan dalam mengunakan sosial media dan segala berhubungan dengan internet of things.

  


Keywords


Strategi Guru, Pendidikan Kristen, Pancasila, Integrasi Bangsa, Era Milenial

References


Adi, Purwito. “Pembudayaan Nilai-Nilai Pancasila Bagi Masyarakat Sebagai Modal Dasar Pertahanan Nasional NKRI.” Jurnal Moral Kemasyarakatan 1, no. 1 (2016): 37–50.

Arifianto, Yonatan Alex. “Mereduksi Superioritas Dan Mengamalkan Sila Kemanusian Yang Adil Dan Beradab Dalam Perspektif Kristiani.” SOTIRIA (Jurnal Theologia Dan Pendidikan Agama Kristen) 4, no. 1 (2021): 26–36.

———. “Peran Guru Pendidikan Agama Kristen Dalam Pendidikan Etis-Teologis Mengatasi Dekadensi Moral Di Tengah Era Disrupsi.” REGULA FIDEI: Jurnal Pendidikan Agama Kristen 6, no. 1 (2021): 45–59.

Arifianto, Yonatan Alex, and Joseph Christ Santo. “Tinjauan Trilogi Kerukunan Umat Beragama Berdasarkan Perspektif Iman Kristen.” Angelion 1, no. 1 (2020): 1–14.

Aritonang, Arthur. “Pandangan Agama-Agama Terhadap Sila Pertama Pancasila.” Pengarah: Jurnal Teologi Kristen 3, no. 1 (2021): 56–72. https://doi.org/10.36270/pengarah.v3i1.44.

Asrori, Muhamad Abdul Roziq. “Integrasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Pendidikan Karakter Dan Budaya Bangsa Yang Berbasis Pada Lingkungan Sekolah.” Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila Dan Kewarganegaraan 2, no. 1 (2016).

Aw, Suranto. “Implementasi Teori Komunikasi Sosial Budaya Dalam Pembangunan Integrasi Bangsa.” Informasi 45, no. 1 (2015): 65–72.

Cahyo, Edo Dwi. “Pendidikan Karakter Guna Menanggulangi Dekadensi Moral Yang Terjadi Pada Siswa Sekolah Dasar.” EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru 9, no. 1 (2017): 16–26. https://doi.org/10.17509/eh.v9i1.6150.

Darmaputera, Eka. Pergulatan Kehadiran Kristen Di Indonesia: Teks-Teks Terpilih Eka Darmaputera. BPK Gunung Mulia, 2001.

Dayanto, S H, and others. “Rekonstruksi Paradigma Pembangunan Negara Hukum Indonesia Berbasis Pancasila.” Jurnal Dinamika Hukum 13, no. 3 (2013): 498–509.

Denney, Andrew S., and Richard Tewksbury. “‘How to Write a Literature Review,.’” Journal of Criminal Justice Education 24, no. 2 (2013): 218–234.

Erviana, Vera Yuli. “Penanganan Dekadensi Moral Melalui Penerapan Karakter Cinta Damai Dan Nasionalisme.” Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan 14, no. 1 (2021): 1–9.

Halim, Al. “Posisi Ideologi Pancasila Dalam Sistem Ketatanegaraan: Suatu Kajian Filsafat.” Seminar Nasional Hukum 2 (2016): 517–32.

Hanum, Fathikah Fauziah. “Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Industri 4.0.” Humanika, Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum 19, no. 1 (2019): 30–42.

Hurlock, Elizabeth B. Perkembangan Anak. Jakarta: Erlangga, 1993.

Irwan, Irwan, Azaz Akbar, Kamarudin Kamarudin, Mansur Mansur, Manan Manan, and Ferdin Ferdin. “Penyuluhan Makna Nilai-Nilai Pancasila Sebagai Perwujudan Integrasi Bangsa.” Jurnal Abdidas 2, no. 3 (2021): 512–20.

Karliani, Eli. “Pembinaan Masyarakat Multikultural Dalam Meningkatkan Integrasi Bangsa.” Jurnal Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan 24, no. 2 (2011): 80–92. http://journal.um.ac.id/index.php/jppk/article/view/5488.

Lestari, Gina. “Bhinnekha Tunggal Ika: Khasanah Multikultural Indonesia Di Tengah Kehidupan Sara.” Jurnal Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan 28, no. 1 (2015): 31–37.

Mochammad, Iskarim. “Dekadensi Moral Di Kalangan Pelajar (Revitalisasi Strategi PAI Dalam Menumbuhkan Moralitas Generasi Bangsa).” Edukasia Islamika 1, no. 1 (2016): 1–20. http://e-journal.iainpekalongan.ac.id/index.php/edukasiaislamika/article/view/766.

Munip, Abdul. “Menangkal Radikalisme Agama Di Sekolah.” Jurnal Pendidikan Islam 1, no. 2 (2012): 159–81.

Muthohar, Sofa. “Antisipasi Degradasi Moral Di Era Global.” Nadwa 7, no. 2 (2016): 321–34.

Sairin, Weinata. Kerukunan Umat Beragama Pilar Utama Kerukunan Berbangsa. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2006.

Samarenna, Desti. “Penghayatan Dan Pengalaman Pancasila Dalam Refleksi Matius 22: 37-40.” JURNAL TERUNA BHAKTI 3, no. 1 (2020): 36–47.

Sary, Noermala. “Mencegah Penyebaran Paham Radikalisme Pada Sekolah.” Manthiq 2, no. 2 (2017): 191–200.

Septanto, Henri. “Pengaruh Hoax Dan Ujaran Kebencian Sebuah Cyber Crime Dengan Teknologi Sederhana Di Kehidupan Sosial Masyarakat.” Jurnal Sains Dan Teknologi 5, no. 2 (2018): 157–62.

Setiyawan, Anang. “Pancasila Sebagai Paradigma Pertahanan Modern Indonesia.” Citizenship Jurnal Pancasila Dan Kewarganegaraan 7, no. 1 (2019): 1–9.

Sopater, S. “Agama Dan Negara Dalam Konteks Kerukunan Pemeluk.” Kerukunan Umat Beragama Pilar Utama Kerukunan Berbangsa, 2002, 76–81.

Suharyanto, Cosmas Eko. “Tantangan Orang Muda Katolik Di Era Digital ‘Berita Hoax Selalu Berlawanan Dengan Berita Gembira Injil.’” INA-Rxiv, 2019.

Syafirdi, Didi. “Waspadai Manuver Kelompok Teroris Rekrut Dan Cuci Otak Generasi Muda.” Merdeka.Com, 2021. https://www.merdeka.com/peristiwa/waspadai-manuver-kelompok-teroris-rekrut-dan-cuci-otak-generasi-muda.html.

Taulabi, Imam, and Bustomi Mustofa. “Dekadensi Moral Siswa Dan Penanggulangan Melalui Pendidikan Karakter.” Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman 30, no. 1 (2019): 28–46.

Thomas Lickona. Mendidik Untuk Membentuk Karakter. Jakarta: Remaja Rosda karya, 2013.

Triposa, Reni, Yonatan Alex Arifianto, and Yudi Hendrilia. “Peran Guru PAK Sebagai Teladan Dalam Meningkatkan Kerohanian Dan Karakter Peserta Didik.” Jurnal Pendidikan Agama Kristen (JUPAK) 2, no. 1 (2021): 109–26.

Umrati, and Hengki Wijaya. Analisis Data Kualitatif Teori Konsep Dalam Penelitian Pendidikan. Sulawesi Selatan: Sekolah Tinggi Theologia Jaffray, 2020.

Widjaja, Paulus Sugeng. “Aktualisasi Pancasila Berdasarkan Etika Kebajikan Kristiani.” DUNAMIS: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani 4, no. 2 (2020): 143–68.

Wijaya, Albert I. “Perwujudan Nilai-Nilai Pancasila Dalam Kehidupan Menggereja,” 2019.

Wis. “Ma’ruf: Anak Sekolah Tolak Hormat Bendera Sebaiknya Dibina.” CNN Indonesia, 2019. https://www.cnnindonesia.com/nasional/20191128180637-20-452403/maruf-anak-sekolah-tolak-hormat-bendera-sebaiknya-dibina.

Wungow, Jefri. “Indonesianisasi Kritologi Perikemanusiaan Dan Kristologi: Aplikatif Sila Kedua Pancasila Dalam Kekristenan.” RHEMA: Jurnal Teologi Biblika Dan Praktika 4, no. 2 (2018): 72–78.

Yunita, Tisa. “Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Menguatkan Integrasi Bangsa.” Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha 9, no. 2 (2021): 282–90.

Zabda, Sutan. “Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila Sebagai Dasar Falsafah Negara Dan Implementasinya Dalam Pembangunan Karater Bangsa.” Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial 26, no. 2 (2017): 106–14.

Zega, Y K. “Radikalisme Agama Dalam Perspektif Alkitab Dan Implikasinya Bagi Pendidikan Agama Kristen.” Jurnal Shanan 4, no. 1 (2020): 1–20. http://ejournal.uki.ac.id/index.php/shan/article/view/1765.




DOI: https://doi.org/10.38189/jtbh.v4i1.166

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
JURNAL TEOLOGI BERITA HIDUP is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at https://e-journal.sttberitahidup.ac.id/index.php/jbh
E-mail: jurnalberitahidup@gmail.com

JURNAL TEOLOGI BERITA HIDUP telah terindeks pada situs:

           

 Association Membership:

   

Laman terkait

            

 

View Berita Hidup Stats