Moderasi Beragama di Indonesia: Kajian Tentang Toleransi dan Pluralitas di Indonesia

Juli Santoso, Timotius Bakti Sarono, Sutrisno Sutrisno, Bobby Kurnia Putrawan

Abstract


The reality of progress which is the wealth of the nation has been misinterpreted by religious groups that divide the nation. The reality today is that religion has become a commodity that exploits "bottenless" substandard morality like barbarians who are as violent as early humans. Spiritual leaders should not use the congregation as a commodity for self-popularity and hedonism, on the contrary, church leaders should make God's people truly have an attachment to God and not this world. Religious moderation is to minimize violence against different beliefs. This article aims to offer religious moderation that builds tolerance and plurality in Indonesia.

 

Realitas kemajukan yang merupakan kekayaan bangsa sudah disalahartikan oleh kelompok agamis yang memecah belah bangsa. Realitas saat ini agama menjadi komoditas yang mengeksplotasi moralitas yang “bottenless” dibawah standar bagaikan bar-bar yang beringas seperti manusia purba. Para pemimpin rohani seharusnya tidak memanfaatkan jemaat sebagai komoditas popularitas diri dan hidup hedon sebaliknya pemimpin gereja harus membuat umat Tuhan sungguh-sungguh memiliki kemelekatan dengan Tuhan bukan dunia ini. Moderasi agama adalah meminimalis akan kekerasan terhadap kepercayaan yang berbeda. Artikel ini bertujuan menawarkan moderasi beragama yang membangun toleransi dan pluralitas di Indonesia.


Keywords


moderation; religion; tolerance; plurality; indonesia

References


Agus, B. (2006). Agama Dalam Kehidupan Manusia, Pengantar Antropologi Agama. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Akhmadi, A. (2019). Moderasi Beragama Dalam Keragaman Indonesia Religious Moderation In Indonesia’s Diversity. Jurnal Diklat Keagamaan, 13(2), 45–55. Retrieved from https://bdksurabaya.e-journal.id/bdksurabaya/article/view/82

Dhavamony, M. (1995). Fenomologi Agama. Yogyakarta: Kanisius.

Fadly, A. (2020). EVALUATIVE LANGUAGE IN THE DISCOURSE OF CEBONG VS KAMPRET (‘TADPOLE VS MICROBATS’) ON TWITTER. BAHTERA : Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 19(1), 1–8. https://doi.org/10.21009/bahtera.191.01

Fahri, M., & Zainuri, A. (2019). Moderasi Beragama di Indonesia. INTIZAR: Jurnal Kajian Keislaman Dan Kemasyarakatan, 25(2), 95–100. https://doi.org/https://doi.org/10.19109/intizar.v25i2.5640

Faqih, F. (2017, January 24). Lurah di Kepulauan Seribu: Ahok singgung Al Maidah, Warga Tak Protes. Merdeka. Retrieved from https://www.merdeka.com/peristiwa/lurah-di-kepulauan-seribu-ahok-singgung-al-maidah-warga-tak-protes.html

Hobbes, T. (1651). De Cive, or The Citizen (S. P. Lamprecht, ed.). New York, NY: Appleton-Century-Crofts.

Ismail, F. (1997). Paradigma Kebudayaan Islam: Studi Kritis dan Refleksi Historis. Yogyakarta: Titian Ilahi Press.

Karman, Y. (2010). Runtuhnya Kepedulian Kita (1st ed.). Jakarta: Kompas Media Nusantara.

Kasumawati, D. (2021). Indahnya Kehidupan Bermasyarakat dengan Moderasi Beragama. Retrieved from https://fasya.iain-samarinda.ac.id/indahnya-kehidupan-bermasyarakat-dengan-moderasi-beragama

Marfiando, B. (2020). Pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ditinjau dari Kebebasan Berserikat. Jurnal Ilmu Kepolisian, 14(2), 89–101. Retrieved from http://www.jurnalptik.id/index.php/JIK/article/view/253

Muazaroh, S. (2019). Pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia Perspektif Maqashid: Otoritas atau Otoritarianisme. Justicia Islamica, 16(1), 103–120. https://doi.org/10.21154/justicia.v16i1.1622

Phang, S., & Putrawan, B. K. (2020). Roh Kudus dan Karya-Nya Bagi Gereja (1st ed.). Jakarta: Sekolah Tinggi Teologi Indonesia.

Prasetio, B. (2019). Pembubaran Hizbut Tahrir di Indonesia dalam Perspektif Sosial Politik. Analisis: Jurnal Studi Keislaman, 19(2), 251–264. https://doi.org/https://doi.org/10.24042/ajsk.v19i2.3371

Safronov, A. (2011). Psy-practice in Mistical traditions From the Antiquity to the Present. In PPB Kovalenko A.V. Kharkhov: PPB Kovalenko A.V.

Saputra, A. T. D., & Sutiadi, D. (2020). Partisipasi Politik Umat Islam dalam Aksi Massa 212 dan Implikasinya terhadap Wajah Islam Indonesia. ILMU USHULUDDIN, 7(2), 127–150. https://doi.org/10.15408/iu.v7i2.15424

Sarono, T. B., & Sutrisno. (2021). Kekristenan Yang Supranatural (1st ed.). Jakarta: Bentara.

Sugono, D., Burhanuddin, E., Sutini, L., & Haryanto. (2008). Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa Depertemen Pendidikan Nasional.

Suryawati, I., & Jamalullail, J. (2021). Analisis Wacana Kritis Keputusan Pembubaran Front Pembela Islam di Kompas.com. Jurnal Komunikatif, 10(1), 38–52. https://doi.org/10.33508/jk.v10i1.3040

Timo, E. I. N., & Putrawan, B. K. (2021). The Bible In Contextual Theological Work In Indonesia. QUAERENS: Journal of Theology and Christianity Studies, 3(1), 1–24. https://doi.org/10.46362/quaerens.v3i1.24

Timo, E. I. N., Santoso, A., & Kurnia Putrawan, B. (2021). Protestant Church of Maluku Ecclesiology: From Calvinism to Fuse to Become Pancasilaism. Toronto Journal of Theology, 37(2), 188–197. https://doi.org/10.3138/tjt-2020-0158

Widoyo, H., Maranatha, C. A., & Ndapamuri, Y. (2020). Kuasa Allah Dalam Elia Dam Implikasinya Bagi Umat Tuhan Pada Masa Kini (God’s Power In Elia And The Implications For The People Of The Lord Now). QUAERENS: Journal of Theology and Christianity Studies, 2(1), 19–29. https://doi.org/https://doi.org/10.46362/quaerens.v2i1.20

Yakub, H. (1984). Filsafat Ketuhanan (IV). Bandung: PT. Alma’arif.




DOI: https://doi.org/10.38189/jtbh.v4i2.167

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
JURNAL TEOLOGI BERITA HIDUP is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at https://e-journal.sttberitahidup.ac.id/index.php/jbh
E-mail: jurnalberitahidup@gmail.com

JURNAL TEOLOGI BERITA HIDUP telah terindeks pada situs:

           

 Association Membership:

   

Laman terkait

            

 

View Berita Hidup Stats