Pembaharuan Pikiran Pengikut Kristus Menurut Roma 12:2

Asih Rachmani Endang Sumiwi

Abstract


The existence of Christians in this world cannot be separated from the community in which they are located. When someone is in the midst of a community with a different way of life, it is very possible for him to be similar to his surroundings. Whereas what God wants from the existence of Christians in the world is that they can become bright, not follow the flow around them. Paul once gave a special message to the Romans so that they would not be like this world but changed by renewal of mind. This study focuses on the study of the phrases ἀνακαινώσει τοῦ νοὸς (anakainosei tou noos) from Romans 12: 2, which literally means renewal of the mind. This study aims to find out what is meant by the renewal of the mind, why it is necessary to renew the mind, how the renewal of the mind occurs, and how it applies to the life of Christianity in the present. With the exegesis method, researchers try to find out the meaning of the phrase either through lexical studies or by paying attention to the background of letter writing. Having found the meaning and relation to the context of the phrase, its application is made for Christian life today. The conclusions of this research are as follows: First, the renewal of the mind in Romans 12: 2 is a renewal of one's awareness of the truth which builds understanding of the true meaning of life. Second, followers of Christ need to experience a renewal of the mind because the mind will play a role in determining its life, namely in creating or setting its standard of living. Third, renewal of the mind is a process that occurs continuously every day through the Word of God which is done by the Holy Spirit, so that by this process Christians will understand the will of God, that is what is good, that is pleasing to God and perfect

Abstrak

Keberadaan umat Kristen di dunia ini tidak dapat dipisahkan dari lingungan masyarakat di mana mereka berada.  Ketika seseorang berada di tengah masyarakat dengan cara hidup yang berbeda, sangat mungkin baginya untuk menjadi serupa dengan sekitarnya.  Padahal yang dikehendaki Tuhan dari keberadaan umat Kristen di dunia adalah agar mereka bisa menjadi terang, bukan mengikuti arus sekitarnya. Paulus pernah berpesan secara khusus kepada jemaat Roma agar mereka tidak menjadi serupa dengan dunia ini tetapi berubah oleh pembaharuan pikiran.  Penelitian ini memusatkan kajian kada frasa ἀνακαινώσει τοῦ νοὸς  (anakainosei tou noos) dari surat Roma 12:2, yang secara literal berarti pembaharuan pikiran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan pembaharuan pikiran, mengapa perlu pembaharuan pikiran, bagaimana terjadinya pem­baharuan pikiran, serta bagaimana penerapannya bagi kehidupan kekristenan pada masa sekarang. Dengan metode eksegesis, peneliti mencoba menemukan makna dari frasa tersebut baik melalui studi leksikal maupun dengan memperhatikan latar belakang penulisan surat. Setelah ditemukan makna dan kaitannya dengan konteks dari frasa tersebut, dibuat penerapannya bagi kehidupan kekristen­an sekarang ini. Sebagai kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: Pertama, pembaharuan pikiran dalam Roma 12:2 adalah pembaharuan kesadaran sese­orang terhadap kebenaran sehingga terbangun pemahaman akan makna hidup yang benar. Kedua, pengikut Kristus perlu mengalami pembaharuan pikiran karena pikiran akan sangat berperan dalam menentukan kehidupan­nya, yaitu dalam mencipta­kan atau menetapkan standar hidupnya. Ketiga, pembaharuan pikiran adalah proses yang terjadi terus menerus setiap hari melalui Firman Tuhan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, sehingga dengan proses ini orang Kristen akan mengerti kehendak Allah yaitu apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan sempurna. 


Full Text:

PDF

References


Alkitab Edisi Studi. Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia, 2011

Alkitab Penuntun Hidup Berkelimpahan. Malang: Gandum Mas, 1994.

Balchin, John. Intisari Alkitab Perjanjian Baru, Jakarta: Persekutuan Pembaca Alkitab, 2007.

Handbook to the Bible. Bandung: Kalam Hidup, 2004.

Newman M. Barclay. Pedoman Penafsiran Alkitab. Jakarta: Lembaga Akitab Indonesia, 2012.

Sirait, Rudy R. 123 OKE. Yogyakarta: Penerbit Andi, 2000.

Sutanto, Hasan. Perjanjian Baru Interlinier Yunani-Indonesia dan Konkordansi Perjanjian Baru (PBIK). Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia, 2006.

Willi Marxsen. Pengantar Perjanjian Baru. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2015.

Zodhiates, Spiros. The Complete Word Study Dictionary : New Testament, electronic ed. Chattanooga, TN: AMG Publishers, 2000, c1992, c1993.




DOI: https://doi.org/10.38189/jtbh.v1i1.4

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

 

 

 

    

Statistik Pengunjung