Roh Kudus Dalam Proses Pembelajaran Pendidikankristen Mewujudkan Pengajaran Kristen Yang Mengandung Nilai Kekal

Hardi Budiyana

Abstract


Abstrak

Perkembangan kebudayaan masa kini, termasuk bidang pendidikan, cenderung mengarah kepada kebangkitan agama (spiritualitas). Ini merupakan trend global yang berkembang pesat setelah era tahun 1990-an. Agama yang diminati sekarang adalah agama yang menekankan dimensi spiritualitas, yaitu pengalaman-pengalaman yang bersifat supranatural.   Dalam dunia pendidikan sekarang, spiritualisme sering dipakai untuk mensuport metode-metode pembelajaran. Sebagai contoh adalah pemakaian metode-metode pembelajaran meditatif dan spiritualistik gerakan Abad Baru (New Age Movement). Sementara itu, spiritualitas juga menjadi trend dalam berkembangan kekristenan masa kini. Gerakan Karismatik berkembang mendunia. Aliran ini menekankan pentingnya pengalaman-pengalaman supranatural dalam pertumbuhan rohani. Proses pembelajaran Firman Tuhan, juga diyakini sebagai proses supranatural. Faktor Roh Kudus diyakini merasuki semua bidang pelayanan, termasuk pelayanan pendidikan. Timbullah banyak persoalan mengenai bagaimana peran Roh Kudus dalam pendidikan Kristen, khususnya pembelajaran. Kelompok Karismatik ekstrim meyakini dominasi pekerjaan Roh Kudus dalam segala aspek kehidupan dan pelayanan Kristen. Dalam kotbah – termasuk pengajaran Alkitab lainnya – Roh Kudus diyakini sebagai Pribadi yang memberi campur tangan sampai pada detil-detil kegiatan belajar. Pada prinsipnya, Roh Kudus bekerja dalam kehidupan dan pelayanan orang percaya. Pertumbuhan rohani Kristen merupakan karya Roh Kudus, mulai dari proses kelahiran baru oleh Roh Kudus, pendiaman oleh Roh Kudus, dan proses dipenuhi oleh Roh Kudus. Setiap pelayanan Kristen juga merupakan kegiatan yang dilakukan oleh karena pimpinan dan kekuatan dari Roh Kudus. Faktor Roh Kudus tidak boleh dilupakan dalam proses pembelajaran Kristen. Roh Kudus adalah representasi Kristus yang berkarya secara supranatural sebagai Guru Agung dalam proses pembelajaran. Roh Kudus yang telah mewahyukan bahan ajar (Alkitab) itu kini turut bekerja dalam proses pembelajaran untuk memberi penerangan (iluminasi) sehingga guru bisa mengajar dengan baik dan murid bisa belajar dengan baik pula. Roy B. Zuck memandang begitu pentingnya peran Roh Kudus sehingga tanpa Dia, pembelajaran tidak akan efektif (bahkan menjadi cenderung sekuler) walaupun ada guru dan bahan ajar berupa Alkitab. Roh Kudus dan pembelajaran dalam Pendidikan Kristen (PAK) mempunyai korelasi yang sangat kuat. Keberadaan dan peran Roh Kudus dalam PAK merupakan ciri pembeda PAK dibanding dengan pembelajaran sekuler. Namun, hal itu bukan berarti PAK merupakan proses pembelajaran yang total supranatural. PAK merupakan sebuah pembelajaran kontemporer yang berdimensi supranatural. Peran Roh Kudus yang merupakan representasi Kristus dalam PAK adalah sebagai Guru Agung. Pembelajaran dalam PAK ditangani secara tim oleh Roh Kudus dan guru PAK. Baik guru PAK maupun murid PAK sama-sama harus bergantung dalam pimpinan iluminatif dari Roh Kudus. Peran Roh Kudus juga dinyatakan dalam kasih karunia yang Dia berikan untuk meningkatkan kapasitas guru dan murid. Ada dimensi-dimensi yang harus dikembangkan secara akal budi. Tetapi, dalam hal dimensi spiritual, Roh Kudus harus merupakan satu-satunya Pribadi yang boleh mengisi dan memberi penguatan. Pendidikan Kristen adalah pendidikan yang empowered by Holy Spirit


Full Text:

PDF

References


____________. Alkitab. Lembaga Alkitab Indonesia, 1994.

Anwar, Moch. Idochi. Kepemimpinan Dalam Proses Belajar-Mengajar. Bandung: Angkasa, 1990.

Barnadib, Imam. Pengantar Ilmu Pendidikan Sistematis Yogyakarta: FIP-IKIP, 1986.

Blattner, Doris. Bagaimana Mengajar Anak Pratama. Bandung: LLB, 1986

Boehlke, Robert R. Sejarah Perkembangan Pikiran dan Praktek Pendidikan Kristen:Dari Yohanes Amos Comenius sampai Pekembangan PAK di Indonesia, BPK Gunung Mulia, Jakarta, 1996

Boehlke, Robert R. Sejarah Perkembangan Pikiran dan Praktek PAK: dari Plato sampai Loyola. Jakarta:Gunung Mulia, 1994

Carl, Reed. A. Theologia Perjanjian Lama. Yogyakarta: Sekolah Tinggi Theologia Injili Indonesia, 1996.

Dimyati. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Depdiknas, 1990.

Gangel, Keneth O. 1998. Membina Pemimpin Pendidikan Kristen. Malang: Gandum Mas.

Gordon, Thomas. Guru Yang efektif. Jakarta: Rajawali, 1989

Graendorf, Werner C. Introduction to Biblical Christian Education.Chicago Moody Bible Institute 1981.

Gregory, John M. 7 Hukum Mengajar. Malang: Gandum Mas, [t.,th.]

Haag, Herbert. Kamus Alkitab. Flores: Nusa Indah, 2002,

Hayes, Edward L. The Biblical Foundation of Christian Education dalam Introduction to Biblical Christian Education. Edit: Graendorff. Chicago: Moody Press, 1988.

Homrighausen, E.G & I.H Enklaar. Pendidikan Agama Kristen. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2004.

Henoch, Em.Budhiadi. Pendidikan Agama Kristen Bandung: Bina Media Informasi, 2004

Iverson, Dick, dkk Memulihkan Keluarga (Prinsp-Prinsip kehidupan

Keluarga),terjemahan. Jakarta: Indonesian Harvest Outreach, 1995.

J.M., Price. Yesus Guru Agung. Bandung: Lembaga Literatur Baptis, 1997.

John T. sisemore. The Minstry of Religious Educatin. Tennesessee: Broadman Press, 1978.

Karuniadi, Jachin. Kelahiran Baru. Bandung: LLB, 1979

Knight, George R. 1980. Philosophy and Education. Michigan: Andrews University.

Kock, Heinz. Saya Guru Yang Baik? Yogyakarta: Kanisius, 1989..

Lilik Kristianto, Paulus. Prinsip & Praktik Pendidikan Agama Kristen Jogjakarta:

Andi, 2010

Marantika, Chris. Doktrin Keselamatan dan Kehidupan Rohani. Yogyakarta: STII, 1994.

Marland, Michael. Seni Mengelola Kelas. Semarang: Dahara Prize, 1987.

Marsh, J.L. Education Principles. Texas: Soutwestern Baptist Teological Seminary, [t.,th]

Nuhamara, Daniel. Pembimbing PAK Bandung : Jurnal Info Media, 2007

Nainggolan, John M. PAK dalam Masyarakat Majemuk Bandung: Bina Media

Informasi, 2006

John Naisbitt & Patricia Aburdene, Megatrend 2000 Jakarta: Binarupa Aksara, 1990

Colin Rose & Malcolm Nichol, Accelerated Learning for the 21st Century Bandung: Yayasan Nuansa Cendekia, 1998

Werner C. Graendorf, Introduction of Biblical Christian Education

Chris Marantika, Doktrin Keselamatan dan Kehidupan Rohani Yogyakarta: Iman Press, 2002

Roy B. Zuck, The Holy Spirit in Your Teaching Wheaton: Scripture Press Publication, 1963

W.E. Biderwolf, Help to the Study of The Holy Spirit New York: Fleming H. Revell Company

George R. Beasley-Murray, Word Biblical Commentary: John Waco: Word Books Publisher, 1987.

Werner C. Graendorf, Introduction of Biblical Christian Education

Dimyati, Belajar dan Pembelajaran Jakarta: Depdiknas, 1995.

Wasty Soemanto, Psikologi Pendidikan: Landasan Kerja Pemimpin Pendidikan Jakarta: Rineka Cipta, 2003.

George Barna, The Power of the Vision (Jakarta: Metanoia, 1995) 10.

Colin Rose dan Malcolm Nichol, Accelerated Learning for the 21st Century Bandung:

Arnold Tindas, Inerrancy: Ketaksalahan Alkitab Yogyakarta: STII, 1996




DOI: https://doi.org/10.38189/jtbh.v1i1.5

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

 

 

 

    

Statistik Pengunjung