Doktrin Ineransi Alkitab dalam Teologi Reformed

Fondasi Teologis, Perkembangan Historis, dan Implikasinya bagi Iman Kristen

Penulis

  • Tonny Sugiarto Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup Karanganyar
  • Yakub Hendrawan Perangin Angin Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup Karanganyar

DOI:

https://doi.org/10.38189/jbm.v1i2.1242

Kata Kunci:

Ineransi Alkitab; Inspirasi; Teologi Reformed; Sola Scriptura; Otoritas Kitab Suci;

Abstrak

Biblical inerrancy is the belief that the entirety of Scripture, in its original text, is free from error in all its doctrines, whether theological, historical, or factual. This perspective is a fundamental aspect of Reformed theology, which emphasizes the doctrine of sola Scriptura and recognizes plenary verbal inspiration by the Holy Spirit. This study aims to explore the biblical and theological foundations of biblical infallibility, tracing the Reformed perspective through history, responding to contemporary criticism, and its significance for Christian belief. The research method used is a literature review that combines historical and systematic theological perspectives. The research findings demonstrate that this doctrine is firmly grounded in Scripture, church-historical evidence, and the logical coherence of Reformed theology. Ignoring this doctrine has significant consequences for the credibility of God's Word and believers' trust in His promises.

Keywords: Biblical inerrancy, inspiration, Reformed theology, sola Scriptura, Scriptural authority.


Ineransi Alkitab adalah keyakinan bahwa keseluruhan Kitab Suci, dalam teks aslinya, bebas dari kesalahan dalam semua doktrinnya, baik teologis, historis, maupun faktual. Perspektif ini merupakan aspek mendasar dari teologi Reformed, yang menekankan doktrin sola Scriptura dan mengakui inspirasi verbal-pleno oleh Roh Kudus. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi dasar-dasar alkitabiah dan teologis dari infalibilitas Alkitab, menelusuri perspektif Reformed melalui sejarah, menanggapi kritik kontemporer, dan signifikansinya bagi keyakinan Kristen. Metode penelitian yang digunakan adalah tinjauan pustaka yang menggabungkan perspektif teologis historis dan sistematis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa doktrin ini berlandaskan kuat pada Kitab Suci, bukti historis gereja, dan koherensi logis teologi Reformed. Mengabaikan doktrin ini membawa konsekuensi yang signifikan bagi kredibilitas Firman Tuhan dan kepercayaan orang percaya akan janji-janji-Nya.

Referensi

Archer L, Gleason. A Survey of Old Testament Introduction. Chicago: Moody Press, 1994.

Berkhof, Louis. Teologi Sistematika. Surabaya: Momentum, 2012.

Boice, James Montgomery. “Dasar-Dasar Iman Kristen.” Surabaya: Momentum, 2011.

C. Ryrie, Charles. Teologi Dasar. Yogyakarta: Yayasan Andi, 1991.

Calvin, John. Institusi Agama Kristen, Terj. Winarsih S. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2009.

Cornish, Rich. 5 Menit Teologi. Bandung: Pioner Jaya, 2007.

Darmawan, I Putu Ayub, and Enggar Objantoro. “Signifikansi Ineransi Alkitab Bagi Pendidikan Kristen.” Sola Scriptura: Jurnal Teologi 1, no. 1 (2020): 36–52.

DeYoung, Kevin. Kebenaran Yang Tidak Dapat Dipatahkan. Malang: Literatur SAAT, 2016.

Giesler, Norman L. Inerrancy Alkitab. Surabaya: Momentum, 2015.

Grudem, Wayne. Teologi Sistematika. Jakarta: Momentum, 2014.

H. Bainton, Roland. Here I Stand: Kisah Hidup Martin Luther, Terj. H.T. Simatupang. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2012.

Hodge, Charles. Teologi Sistematika, Terj. A. Suryadjaja. Surabaya: Momentum, 2017.

J Erickson, Millard. Teologi Kristen. Malang: Gandum Mas, 1999.

Martin Luther, Martin. Selected Writings, Terj. J. Tjahjadi. Surabaya: Momentum, 2008.

Mau, Marthen. “Kajian Manfaat Alkitab Menurut 2 Timotius 3:16 Dan Implikasinya Bagi Orang Percaya Masa Kini.” Manna Rafflesia 7, no. 2 (2021): 235–57. https://doi.org/10.38091/man_raf.v7i2.144.

Montang, Ricky Donald. “Pemahaman Tentang Ineransi Alkitab Di Klasis Gki Sorong.” EIRENE?: Jurnal Ilmiah Teologi 1, no. 2 (2022): 182–214. https://doi.org/10.56942/ejit.v1i2.23.

Norman L. Giesler and Ron Brook. Ketika Alkitab Dipertanyakan? Yogyakarta: Yayasan Andi, 2006.

Pengakuan Helvetia Kedua, Terj. B. Siahaan. Jakarta: BPK Gunung Mulia, n.d.

Pengakuan Iman Belgia, Terj. H. Wibisono. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2012.

Pengakuan Iman Westminster, Terj. H. Lumba Pardede. Surabaya: Momentum, 2016.

Pernyataan Chicago Tentang Ineransi Alkitab, Terj. M. Hutagalung. Surabaya: Momentum, 2018.

Sproul, R C. Alkitab: Firman Allah Yang Tidak Mungkin Salah. Surabaya: Momentum, 2006.

Sunarto. “Ineransi Alkitab Dan Implikasinya Bagi Kehidupan Orang-Orang Percaya.” TE DEUM (Jurnal Teologi Dan Pengembangan Pelayanan) 2, no. 1 (2021): 347–61. https://doi.org/10.51828/td.v2i1.124.

Venema, Henk. Kitab Suci Untuk Semua. Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih, 2008.

Wardhani, Lavandya Permata Kusuma, and Evangelis Ripno Jayanthi. “Doktrin Ineransi Alkitab Menangkal Demitologi Dalam Pengajaran Bagi Orang Kristen Pada Masa Kini.” Jurnal Gamaliel?: Teologi Praktika 3, no. 2 (2021): 115–26. https://doi.org/10.38052/gamaliel.v3i2.65.

Warfield, B. The Inspiration and Authority of the Bible. Philadelphia: Presbyterian and Reformed Publishing, 1948.

Yunianto, Yunianto, and Hani Rohayani. “Alkitab Sebagai Buku Pegangan Orang Kristen (Ketidakbersalahan Alkitab).” Fidei: Jurnal Teologi Sistematika Dan Praktika 4, no. 1 (2021): 141–58. https://doi.org/10.34081/fidei.v4i1.243.

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-19

Cara Mengutip

Sugiarto, Tonny, dan Yakub Hendrawan Perangin Angin. “Doktrin Ineransi Alkitab Dalam Teologi Reformed: Fondasi Teologis, Perkembangan Historis, Dan Implikasinya Bagi Iman Kristen ”. Berita Mimbar: Jurnal Teologi Praktika 1, no. 2 (Agustus 19, 2026): 67–80. Diakses Agustus 22, 2026. https://e-journal.sttberitahidup.ac.id/index.php/jbm/article/view/1242.