Sikap Orang Percaya dalam Menghadapi Kesukaran: Refleksi Surat-surat Petrus

Soleman Daud Molina

Abstract


The background of this paper is the hardships of life that humans experience universally. Life difficulties are facts of human life that cannot be avoided in human life, one of which is the Covid-19 pandemic that has hit the world. In particular, this paper discusses the hardships of life experienced by believers in the letter of Peter. The problematic issue of this problem is the hardships of life experienced by followers of Christ who experienced cruel persecution in the mass of Nero's reign. Whether the hardships of life experienced by believers become a force of faith, or do they leave their faith in Christ because of the suffering they have experienced. To answer this problem the researcher used the literature method with a descriptive qualitative approach, the researcher also conducted studies from several sources in the form of theological journals, theology books related to the theme and used the Bible as the primary source. From the research results, the researcher found the answer that the difficulties of living according to Peter's theology are life difficulties experienced by the Lord's congregation which can prove the purity of their faith, the hardships or sufferings experienced because Christ is the grace of God, the suffering of Christ is an example that must be imitated and follow in his footsteps. suffering for Christ is a joy

Penulisan paper ini dilatarbelakangi dengan adanya kesukaran hidup yang dialami manusia secara universal. Kesukaran hidup merupakan fakta-fakta kehidupan manusia yang tidak dapat dihindari dalam kehidupan manusia salah satunya adanya pandemi Covid-19 yang melanda dunia. Secara khusus paper ini membahas kesukaran hidup yang dialami orang percaya dalam surat Petrus, pokok problematis permasalahan ini adalah adanya kesukaran hidup yang dialami oleh pengikut Kristus yang mengalami penganiayaan yang kejam pada massa pemerintahan Nero. Apakah kesukaran hidup yang dialami orang percaya menjadi kekuatan iman, atau sebaliknya mereka meninggalkan iman percaya mereka kepada Kristus karena penderitaan yang mereka alami. Untuk menjawab permasalahan ini peneliti menggunakan metode pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif, peneliti juga melakukakan kajian dari beberapa sumber berupa jurnal teologi, buku-buku teologi yang berhubungan dengan tema dan menggunakan Alkitab sebagai sumber primer. Dari hasil penelitian, peneliti menemukan jawaban bahwa kesukaran hidup menurut teologi Petrus merupakan  kesukaran hidup yang dialami jemaat Tuhan dapat membuktikan kemurnian iman mereka, kesukaran atau penderitaan yang dialami karena Kristus adalah kasih karunia Allah, penderitaan Kristus adalah sebuah teladan yang harus dicontoh dan mengikuti jejaknya, menderita bagi Kristus adalah suatu kebahagiaan.


Keywords


Peter; the troubles of life; Petrus; kesukaran hidup

Full Text:

PDF

References


Agus, Susanto. Tata Bahasa Yunani Koine. Semarang: Bina Media Informasi, 2008.

Arifianto, Yonatan Alex. “Pentingnya Pendidikan Kristen dalam Membangun Kerohanian Keluarga di Masa Pandemi Covid-19.” Regula Fidei Jurnal Pendidikan Agama Kristen 5, no. 2 (2020): 94–106.

Arifianto, Yonatan Alex, dan Joseph Christ Santo. “Iman Kristen dan Perundungan di Era Disrupsi.” Angelion: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 1, no. 2 (2020): 149–163. https://e-journal.sttberitahidup.ac.id/index.php/jan/article/view/73.

Barclay, William. Pemahaman Alkitab Setiap Hari: Surat Yakobus, 1 & 2 Petrus. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2010.

Dethan, Edwer. Inti Pengajaran Agama Kristen. Yogyakarta: Andi Offset, 2018.

Douglas, J.D. Ensiklopedi Alkitab Masa Kini Jilid 1 A-L. Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih, 1997.

Enns, Paul. The Moody Handbook of Theology. Malang: Literatur SAAT, 2008.

Gea, Yanti Imariani. “Iman Orang Percaya dalam Menghadapi Tantangan dan Pergumulan Hidup.” Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 1, no. 1 (2020): 25–32.

Gulo, Manase. “Implementasi Kajian Biblikal Ungkapan Berbahagialah Orang Yang Bertahan Dalam Pencobaan Berdasarkan Yakobus 1:12-15.” Manna Rafflesia 3, no. 2 (Januari 1, 1970): 176–195. http://journals.sttab.ac.id/index.php/man_raf/article/view/74.

Halley, Henry H. Penuntun Kedalam Perjanjian Baru. Surabaya: Yakin, n.d.

John, Dran. Memahami Perjanian Baru. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2011.

Marthen, Enjelia, dan Dicky Dominggus. “Memahami Penderitaan Dalam 1 Petrus 4 : 12-19 Dan Implikasinya Dengan Situasi Pandemi Covid 19.” Diegesis: Jurnal Teologi 6, no. 1 (2021): 20–35. http://sttbi.ac.id/journal/index.php/diegesis/issue/view/16.

Penyusun, Tim. Pendoman Lengkap Pemahaman Alkitab. Bandung: Yayasan Kalam Hidup, 2002.

Sitohang, Tiur Romatua, Yafi Sabila Rosyad, Yohanes Andy Rias, Hema Malini, dan Aji Kiyat Widodo. “Perilaku Masyarakat Indonesia Bagian Barat Selama Pandemi Covid 19.” Jurnal Kesehatan 11, no. 3 (November 2020): 356–359.

Supriadi, Made Nopen, dan Iman Kristina Halawa. “Makna Penderitaan Kristus Dalam 1 Petrus 2:18-21.” Manna Rafflesia 5, no. 1 (Januari 1, 1970): 69–91. http://journals.sttab.ac.id/index.php/man_raf/article/view/99.

Sutanto, Hasan. Perjanjian Baru Interlinier Jilid I, n.d.

Wiersbe, Werren W. Pengarapan Di Dalam Kristus. Bandung: Yayasan Kalam Hidup, 1994.

———. Yakin di dalam Kristus. Bandung: Yayasan Kalam Hidup, 2005.

Zodhiates. The Hebrew-Greek Key Study Bible, n.d.

Alkitab Terjemahan Baru. Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia, 2008.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
Teokristi is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at https://e-journal.sttberitahidup.ac.id/index.php/jtk 
E-mail: jurnalteokristi@gmail.com

Teokristi terindeks pada:

     

Laman terkait:

             

Teokristi Stats