Ketaatan sebagai Fondasi Kekudusan: Analisis Eksegetis Imamat 18:1-5 dalam Merespons Krisis Etika Kontemporer

Authors

  • Andreas Kongres Pardingotan Simbolon Universitas Kristen Immanuel
  • Alnodus Jamsenjos Indirwan Ziliwu Universitas Kristen Immanuel https://orcid.org/0009-0007-8140-112X
  • Josephine Christella Nathalia Universitas Kristen Immanuel
  • Stefani Sa'bu Universitas Kristen Immanuel
  • Salma Sudi Universitas Kristen Immanuel

DOI:

https://doi.org/10.38189/jan.v7i1.1125

Keywords:

Imamat 18:1-5, Krisis Etika, Kekudusan, Ketaatan, Hukum Taurat

Abstract

Contemporary ethical crises, characterized by value relativism, moral degradation, and an increasingly permissive culture, have challenged the church to maintain the standards of holy living. This study aims to exegetically analyze the text of Leviticus 18:1-5 to uncover the theological foundation of obedience as a response to these moral crises. The method employed is qualitative with an interpretative design, specifically through a legal genre hermeneutical approach. Research findings indicate that the statement “I am the LORD your God” in this text establishes divine authority as an absolute moral foundation, distinguishing the identity of God's people from worldly patterns of life (Egypt and Canaan). Obedience in this context is not a legalistic burden but a tangible expression of holiness arising from a living covenant relationship. The study concludes that amidst the current loss of moral direction, obedience to God's Word is a crucial foundation for the formation of Christian ethics centered on the character of God.

 

Krisis etika kontemporer yang ditandai oleh relativisme nilai, degradasi moral, dan budaya yang semakin permisif telah menantang gereja untuk mempertahankan standar kekudusan hidup,. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara eksegetis teks Imamat 18:1-5 guna menggali dasar teologis ketaatan sebagai respons terhadap krisis moral tersebut,. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan desain interpretatif, khususnya melalui pendekatan hermeneutik genre hukum,. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pernyataan “Akulah TUHAN, Allahmu” dalam teks ini menetapkan otoritas ilahi sebagai fondasi moral yang absolut, yang membedakan identitas umat Tuhan dari pola hidup duniawi (Mesir dan Kanaan). Ketaatan dalam konteks ini bukan merupakan beban legalistik, melainkan wujud nyata dari kekudusan yang lahir dari relasi perjanjian yang hidup,. Hasil kajian menyimpulkan bahwa di tengah hilangnya arah moral masa kini, ketaatan terhadap firman Allah merupakan fondasi krusial bagi pembentukan etika Kristen yang berpusat pada karakter Allah.

References

Adrian Schenker. “What Connects The Incest Prohibitions With The Other Prohibitions Listed In Leviticus 18 And 20?” In The Book of Leviticus, 162–185. BRILL, 2003.

Andrew. E. Hill. Survei Perjanjian Lama. Malang: Gandum Mas, 2008.

Andrew E.Hill and John H.Walton. Survei Perjanjian Lama. 6 ed. Malang: Penerbit Gandum Mas, 2013.

Barnabas Ludji. Pemahaman Dasar Perjanjian Lama. Bandung: Bina Media Informasi, 2009.

Carl A. Reed. Diktat Kuliah, Torah Kejadian-Ulangan, 2000.

Delitzsch, C. F. Keil dan F. Leviticus: Commentary on The Old Testament. Peabody, MA: Hendrickson Publishers, 2002.

Fajar Gumelar dan Hengki Wijaya. “Peran Gereja Masa Kini Menyikapi Teologi Pembebasan Gutiérrez.” Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Kontekstual 2, no. 1 (2019): 4.

Gordon J. Wenham. The Book of Leviticus. Grand Rapids: Eerdmans, 1979.

Grant R. Osborne. Spiral Hermeneutika: Pengantar Komprehensif bagi Penafsiran Alkitab. Surabaya: Momentum, 2018.

J. I. Packer. God In New Dictionary of Theology Jilid 2. Malang: SAAT, 2009.

James L. Hikmat Perjanjian Lama: Sebuah Pengantar. Louisville: West, 2010.

Jan Christian Gertz dkk. Eksplorasi ke Dalam Kitab-kitab Perjanjian Lama dan Deuterokanonika. Jakarta: BPK. Gunung Mulia, 2017.

John E. Hartley. Leviticus. Dallas: Word Publishing, 1992.

K. Renato Lings. “The ‘Lyings’ of a Woman: Male-Male Incest in Leviticus 18.22?” Jurnal ATLA Serials 15, no. 2 (2009): 4.

Kiki Megasari Yulrina Ardhiyanti dan Syukaisih. “Fenomena Perilaku Penyimpangan Seksual Oleh Lesbian, Gay, Biseksual Dan Transgender (LGBT) Di Kota Peknabaru.” Jurnal Menara Ilmu 11, no. 78 (2017): 9.

Mark F. Rooker. Leviticus. Nashville: Broadman & Holman, 2002.

Michael Rydelnik & Michael Vanlaningham, ed. The Moody Bible Commentary. Amerika Serikat: Moody Publishers, 2014.

Minggus Minarto Pranoto et.al. “Teologi Kristen Menghadapi Tantangan Zaman (Spiritualitas, Usaha Berteologi, dan Praksis dalam Konteks Sinode GIA).” Jurnal Abdiel Khazanah Pemikiran Teologi Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja 7, no. 1 (2023): 7.

Oswald T. Allis. Imamat dalam Tafsiran Alkitab Masa Kini Jilid 1. Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih, 2007.

Paul Jouon. A Grammar of Biblical Hebrew. Roma: Editrice Pontificio Istituto Biblio, 1992.

R. K. Harrison. Leviticus. Leicester: Intervarsity Pr, 2002.

R. Laird Harris. Leviticus. Grand Rapids: Zondervan, 1990.

R.K Harisson. Tafsiran Masa Kini 1 (Kejadian - Ester). Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih, 2004.

Robert I. Vasholz. Leviticus: Mentor Old Testament Commentary. Great Britain: Mentor, 2007.

Robert M. Paterson. Kitab Imamat. Jakarta: Gunung Mulia, 1994.

Robert O. Coleman. Imamat dalam The Wycliffe Bible Commentary Jilid 1. Malang: Gandum Mas, 2004.

Roy E. Gane. Leviticus. Grand Rapids: Zondervan, 2009.

Sihotang, Albert Parsaoran. “Heteroseksual sebagai Politik Identitas: Kajian Sosio-ideologi Larangan Homoseksual dalam Imamat 18:22 melalui Perspektif LGBT.” GEMA TEOLOGIKA: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian 8, no. 1 (April 27, 2023): 49–66.

Sunarto Eddy Santoso. “Konsep Kekudusan Moral Menurut Studi Eksposisi Imamat 18-19 dan Implikasinya Terhadap Kekudusan Moral Umat Tuhan Masa Kini.” Jurnal SAAT Malang 1, no. 4 (2011): 19.

Thomas R. Schreiner. Raja Dalam Keindahhannya: Sebuah Teologi Alkitabiah Tentang Perjanjian Lama Dan Perjanjian Baru. Amerika Serikat: Baker Academic, 2013.

Tirzah Meacham. “The Missing Daughter: Leviticus 18 and 20.” Jurnal ATLA Serials 6, no. 2 (2011): 3.

Walter C. Kaiser J. R. The Book of Leviticus. Nashville: Abingdon, 1994.

William W. Klein dkk. Pengantar Tafsiran Alkitab. Malang: Literatur SAAT, 2013.

Winardi Tarigan. Diktat Kuliah Tafsir Perjanjian Lama. Yogyakarta, 2019.

Downloads

Published

2026-08-04

How to Cite

Simbolon, A. K. P., Ziliwu, A. J. I., Josephine Christella Nathalia, Stefani Sa’bu, & Salma Sudi. (2026). Ketaatan sebagai Fondasi Kekudusan: Analisis Eksegetis Imamat 18:1-5 dalam Merespons Krisis Etika Kontemporer. Angelion: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen, 7(1), 1–14. https://doi.org/10.38189/jan.v7i1.1125

Issue

Section

Articles