Analisis Teologis 1 Korintus 12:2 bagi Pembinaan Mantan Penganut Marapu di Sumba Timur

Authors

  • Kris Mbulu Manggal Sekolah Tinggi Teologi Torsina
  • Joseph Christ Santo Sekolah Tinggi Teologi Torsina
  • Julianto Prasetya Sekolah Tinggi Teologi Torsina

DOI:

https://doi.org/10.38189/jan.v6i2.1164

Keywords:

Pembinaan Warga Gereja, 1 Korintus 12:2, Kepercayaan Marapu, Pemujaan Patung, Sinkretisme

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi penerapan prinsip teologis yang terkandung dalam 1 Korintus 12:2 sebagai fondasi strategis dalam Pembinaan Warga Gereja guna mengatasi dan menghentikan sisa-sisa tradisi pemujaan patung dan fenomena sinkretisme di kalangan mantan penganut kepercayaan Marapu di Sumba Timur. Marapu merupakan sistem religi lokal Sumba yang menempatkan roh leluhur sebagai mediator sakral yang diwujudkan melalui objek material, seperti tugu atau patung batu dan kayu (yang disebut katoda). Meskipun sebagian besar masyarakat telah memeluk agama Kristen, realitas di lapangan menunjukkan adanya persistensi kultus leluhur dan dualisme iman yang kuat akibat keterikatan sosial-budaya dan ketakutan akan sanksi mistis. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, observasi partisipasi, serta wawancara mendalam terhadap sepuluh informan kunci, penelitian ini melakukan analisis eksegetis leksikal-gramatikal terhadap teks 1 Korintus 12:2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Paulus menegaskan watak “bisu” dan ketidakberdayaan berhala (aphona) untuk mengontraskan kekosongan penyembahan pagan dengan kedahsyatan Allah yang hidup dan berfirman melalui Roh Kudus. Berdasarkan prinsip teologis tersebut, dirumuskan strategi pembinaan holistik yang meliputi: pengajaran doktrinal yang terstruktur melalui kelompok sel guna membangun pemahaman monoteisme sejati, layanan konseling pastoral personal untuk membebaskan jemaat dari belenggu psikologis ketakutan okultisme, serta manifestasi ibadah yang kontekstual namun doktrinal. Implikasi praktis dari studi ini menekankan pentingnya reorientasi pemahaman iman jemaat dari ketidaktahuan menuju pengenalan eksklusif akan Kristus demi tercapainya kedewasaan rohani yang transformatif.

References

Alkitab Bahasa Indonesia Masa Kini. Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia, n.d.

Alkitab Terjemahan Baru. Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia, 2015.

Alland, Nestle -. Novum Testamentum Graece. Diedit oleh Institute for Newtestament Textual Research. 28 ed. Stuttgart: Deutshe Bibel Gesellschaft, 2012.

BibleWorks 7.0.012g (2006).

Brill, Weslley J. Tafsiran surat 1&2 Korintus. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2008.

Djawa, Ambrosius Randa. “Ritual Marapu di Masyarakat Sumba Timur.” Avatara: Jurnal Pendidikan Sejarah 2, no. 1 (2014): 71–85.

Kamuri, Johanis Putratama. “Transformasi Wawasan Dunia Marapu: Tantangan Pembinaan Warga Gereja Di Sumba.” Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat 4, no. 2 (2020): 131–43.

Natar, Asnath Niwa. “Penciptaan dalam Perspektif Sumba: Suatu Upaya Berteologi Ekologi Kontekstual.” GEMA TEOLOGIKA: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian 4, no. 1 (2019): 101–20. https://doi.org/doi.org/10.21460/gema.2019.41.428.

Tenney, Merrill C. Survei Perjanjian Baru. Malang: Gandum Mas, 2011.

Wellem, Frederiek Djara. Injil Dan Marapu: Suatu Studi Historis-Teologi Tentang Perjumpaan Injil Dengan Masyarakat Sumba Pada Periode 1876-1990. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2004.

Downloads

Published

2025-12-29

How to Cite

Manggal, K. M., Santo, J. C., & Prasetya, J. (2025). Analisis Teologis 1 Korintus 12:2 bagi Pembinaan Mantan Penganut Marapu di Sumba Timur. Angelion: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen, 6(2), 206–220. https://doi.org/10.38189/jan.v6i2.1164