Etika Kebebasan Berekspresi di Media Sosial dalam Perspektif Kristen

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.38189/jan.v6i1.1027

Abstrak

Abstract

This study investigates the boundaries of freedom of expression on social media from a Christian faith perspective, considering its potential impact on relational dynamics within the Body of Christ, including the emergence of hate speech, the spread of inaccurate information, and the potential for division. This research is relevant given the need to strengthen faith-based literacy among digital generations so they can communicate ethically in digital spaces, recognizing the strategic role of the church, schools, and families in this character-forming process. The research aims to formulate Bible-based ethical principles for expression on social media, particularly drawn from James 3, Ephesians 4:29, and 1 Corinthians 6:12. The method used is qualitative library research, analyzing biblical texts and theological literature through descriptive-analytical and thematic synthesis approaches. The novelty of this study lies in formulating four concrete ethical-theological boundaries for expression in the digital world: Truth (fact-based), Love (respecting the dignity of others), Responsibility (every interaction carries moral consequences), and Purpose (glorifying God and building up fellowship). These findings are expected to serve as a guide for Christians to use social media responsibly, so that digital space can become a constructive medium for faith witness and fellowship strengthening.

Abstrak

Penelitian ini menyelidiki batas-batas kebebasan berekspresi di media sosial menurut iman Kristen, dengan mempertimbangkan potensi dampaknya terhadap dinamika relasi dalam Tubuh Kristus, termasuk kemunculan ujaran kebencian, penyebaran informasi tidak akurat, dan potensi perpecahan. Penelitian ini relevan dilakukan mengingat perlunya penguatan literasi iman bagi generasi digital agar mampu berkomunikasi secara etis di ruang digital, mengingat peran strategis gereja, sekolah, dan keluarga dalam proses pembentukan karakter tersebut. Tujuan penelitian adalah merumuskan prinsip-prinsip etis berbasis Alkitab untuk berekspresi di media sosial, khususnya berdasarkan Yakobus 3, Efesus 4:29, dan 1 Korintus 6:12. Metode yang digunakan adalah penelitian pustaka kualitatif dengan menganalisis teks Alkitab dan literatur teologi melalui pendekatan deskriptif-analitis dan sintesis tematik. Kebaruan hasil penelitian adalah perumusan empat batas etis-teologis konkret untuk berekspresi di dunia digital: Kebenaran (berbasis fakta), Kasih (menghargai martabat sesama), Tanggung Jawab (setiap interaksi memiliki konsekuensi moral), dan Tujuan (memuliakan Tuhan dan membangun persekutuan). Temuan ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi orang Kristen dalam memanfaatkan media sosial secara bertanggung jawab, sehingga ruang digital dapat menjadi medium yang konstruktif bagi kesaksian iman dan penguatan persekutuan.

Referensi

Amita Prissila, Frans Aliadi, and Sefira. “Pengendalian Lidah sebagai Tanggung Jawab Spiritualitas Kristen: Studi Yakobus 3: 1-12.” Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat, 2025, 518–31.

Catahu. “CATAHU 2022: Kekerasan terhadap Perempuan di Ranah Publik dan Negara: Minimnya Perlindungan dan Pemulihan.” 2023.

Davina Suci Laudya, Parlaungan Gabriel Siahaan, Novridah Reanti Purba, et al. “Dampak Polarisasi Media Sosial Terhadap Hak Kelompok Minoritas Dalam Menyampaikan Pendapat.” RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business, 2025, 1544–50.

Elly Heluka and Nelci Mbelanggedo. “Pendidikan Agama Kristen Di Era Society 5.0: Mengembangkan Literasi Digital Berbasis Nilai-Nilai Kristiani Bagi Peserta Didik.” Imitatio Christo?: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, 2024, 76–92.

Esron Mangatas Siregar, Kristinawati Monavia, Klarita Aksamina Nari, and Dewi Sinta. “Etika Kristen Di Era Digital Bagi Orang Percaya Masa Kini.” EKKLESIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani, 2024, 102–19.

Ferdi Arison Ga Djami and Harun Y Natonis. “Peran Iman Kristen Dalam Membentuk Karakter Dan Etika Generasi Muda Di Era Digital.” Adiba: Journal of Education, 2025, 215–26.

Ipan Morris Pangaribuan. “Pola Hidup Manusia Baru dalam Kristus Menurut Efesus 4:17-30.” REDOMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani, 2022, 152.

Jonathan Leobisa, Soleman Baun, Yorhans S. Lopis, and Yakobus Adi Saingo. “Tantangan Penggunaan Media Sosial Di Era Disrupsi Dan Peran Pendidikan Etika Kristen.” Aletheia Christian Educators Journal, 2023, 38–48.

Lius Ade Boy Nazara. “Memamfaatkan Media Sosial Untuk Mengedukasi Generasi Z Mengenai Etika Kristen Di Era Digital.” Coram Mundo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, 2023, 168–80.

Lukas Manu and Yakobis Oktovianus. “ANCAMAN MODERASI BERAGAMA DARI EKSPRESI PERSEPSI PRIBADI DALAM BERTEOLOGI DI MEDIA SOSIAL PADA ERA TEKNOLOGI DIGITAL MASA KINI.” Beno Alekot: Jurnal Ilmiah Bidang Bimbingan Masyarakat Kristen, 2024.

Mapindo.“Laporan Pemetaan Hoaks Edisi Januari 2023.” 2023.

Rahmat Simbolon and Rencan Charisma Marbun. “PRA DAN PASCA INTERNET DITENGAH ARUS MEDIA SOSIAL PERSFEKTIF ETIKA KRISTEN.” Pediaqu: Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora, 2025, 1986–96.

Rahmi Yati. “Survei APJII: Pengguna Internet di Indonesia Tembus 215 Juta Orang.” 2023.

Ricky Joyke Ondang and Anastasia Gabrielle Ondang. “Membangun Kebenaran: Menyelami Etika Kristen Dalam Mengelola Media Sosial.” Jurnal Murid Kristus, 2024, 57–66.

Rini Ndraha and Abad Jaya Zega. “Dampak Lidah Yang Tidak Terkendali Dalam Hubungan Sosial Perspektif: Yakobus Dan Relevansinya Dalam Masyarakat Kontemporer.” SEMNASPA:Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Dan Agama, 2023, 201–8.

Senopati Salomo Olimbovo and Martina Novalina. “Memaknai Akun Media Sosial Satire Kristen dalam Perspektif Etis-Teologis.” Jurnal EFATA: Jurnal Teologi dan Pelayanan, 2023, 121–31.

Serina Poluan. “Pendidikan Kristen Di Era Digital?: Membangun Spiritualitas Dan Resiliensi Iman Melalui Pengajaran Nilai Kekristenan Dan Etis Teologi Untuk Mereduksi Degradasi Moral.” METANOIA: Jurnal Pendidikan Agama Kristen, 2025.

Simon Kemp. “Digital 2024: Global Overview Report.” 2024.

Talizaro Tafonao and Prasetyo Yuliyanto. “Peran Pendidikan Agama Kristen Dalam Memerangi Berita Hoaks di Media Sosial.” Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH), 2020, 1–12.

Vinsensia Nitamawa, Moses Tafonao, and Wibowo. “Kebebasan Kristen Di Era Digital?: Prinsip Etis-Teologis Berdasarkan 1 Korintus 6:12.” Phronesis: Jurnal Teologi dan Misi, 2024, 121.

Yanuar Ada Zega and Dyulius Thomas Bilo. “Moderasi dan Literasi: Militansi Pendidikan Kristen dalam Menghadapi Tantangan Ujaran Kebencian di Era Digital.” Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH), 2024, 32–42.

Yonatan Alex Arifianto, Elisa Nimbo Sumual, and Yohana Fajar Rahayu. “Pendidikan Kristen dan Moralitas di Dunia Digital: Integrasi Teologi dalam Pembentukan Etika di Era Teknologi bagi Generasi Alpha.” MANTHANO: Jurnal Pendidikan Kristen, 2025, 20–31.

Yonatan Alex Arifianto, Elisa Nimbo Sumual, and Yohana Fajar Rahayu. “Reflektif Teologi Digital di Era Pasca Pandemi dan Post-Truth: Strategi Edukasi Iman dan Kritik terhadap Kultur Digital.” Jurnal Salvation, 2025, 68–78.

Yonatan Alex Arifianto, Valentina Dwi Kuntari J, and Lena Anjasari Sembiring. “Penghinaan terhadap Presiden dan Pemerintahan: Tinjauan Teologis Etis Iman Kristen Yonatan.” KARDIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani, 2023, 77–87.

Yosia Belo. “Tinjauan Etika Kristen Terhadap Penggunaan Media Sosial.” LUXNOS: Jurnal Sekolah Tinggi Teologi Pelita Dunia, 2021, 288–302.

Diterbitkan

2025-11-20

Cara Mengutip

Yosua, A., & Hermanto, Y. P. (2025). Etika Kebebasan Berekspresi di Media Sosial dalam Perspektif Kristen. Angelion, 6(1), 38–60. https://doi.org/10.38189/jan.v6i1.1027

Terbitan

Bagian

Articles