Dosa Ketidakpedulian sebagai Kekerasan Pasif: Analisis Etika Kontemporer terhadap Sikap Edom dalam Obaja 1:10-14
DOI:
https://doi.org/10.38189/jtbh.v8i2.1110Kata Kunci:
Edom, etika, ketidakpedulian, Obaja, kekerasan pasifAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Obaja 1:10-14 secara eksegetis guna menunjukkan bahwa ketidakpedulian Edom terhadap penderitaan Yehuda merupakan bentuk kekerasan pasif yang dalam perspektif etika Perjanjian Lama dipahami sebagai dosa, sekaligus mengaktualisasikan maknanya bagi konteks sosial dan kehidupan gereja masa kini. Sangat jarang penelitian yang mengkaji ketidakpedulian (apatisme) sebagai dosa utama, membaca tindakan Edom sebagai bentuk kekerasan pasif (passive violence), atau mengembangkan kategori etika kenabian berbasis tindakan “tidak menolong” sebagai pelanggaran teologis. Dalam perspektif etika kenabian Perjanjian Lama, bagaimana sikap ketidakpedulian Edom terhadap penderitaan Yehuda dapat dipahami sebagai bentuk kekerasan pasif? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan terhadap Kitab Obaja 1:1-21, kajian konsep kekerasan dalam teologi, integrasi etika Perjanjian Lama, dan dialog dengan situasi kontemporer. Temuan penelitian menunjukkan bahwa hukuman Tuhan atas Edom berakar pada "kekerasan pasif" yang bermanifestasi melalui eskalasi dosa, mulai dari sikap berdiri di kejauhan (apatisme), bersukacita atas malapetaka saudara (pelanggaran relasi), hingga keterlibatan aktif dalam penjarahan dan penghadangan pengungsi (oportunisme). Kesimpulannya ketidakpedulian terhadap penderitaan sesama adalah bentuk kejahatan pasif yang bergerak menjadi aktif, dan akan menerima pengadilan Tuhan sesuai dengan hukum pembalasan yang adil.
Referensi
Achenbach, Reinhard. Kamus Ibrani-Indonesia: Perjanjian Lama. Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih/OMF, 2012.
Arifianto, Y. A., E. N. Sumual, and Y. F. Rahayu. “Gembala Sidang Sebagai Pembela Kemanusiaan: Peran Etis Teologis Kristen Dalam Menanggapi Isu HAM Dan Tanggung Jawab Sosial.” ELEOS: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen 4, no. 2 (2025): 111–120. https://doi.org/10.53814/eleos.v4i2.159.
Denysjuk, Eduard. “To The Question Of Just Revenge: Reading Obadiah.” Theological Reflections 21, no. 1 (2023): 75–89. https://doi.org/10.29357/2789-1577.2023.21.1.4.
Hill, Andrew E, and John H. Walton. Survei Perjanjian Lama. Malang: Gandum Mas, 2016.
Itlay, Penina. “Konteks Politik Dan Sosial Edom Pada Era Nabi Obaja Dan Integrasi Terhadap Teologi Kitab Obaja.” Jurnal Pistis: Teologi Dan Praktika 22, no. 2 (2022): 113–124. https://pistis.sttii-yogyakarta.ac.id/index.php/jurnal/article/view/41.
Kaiser Jr., Walter C. Teologi Perjanjian Lama. Malang: Gandum Mas, 2012.
Loba, Klementius Anselmus, Silvana Natalia Nainggolan, Stefanus Gale, and Indra Tanureja. “Trilogi Kekerasan Dalam Perjanjian Lama: Membongkar Pemahaman Umat Beriman Tentang Kekerasan Manusia, Kekerasan Ilahi, Dan Kekerasan Doa.” KAMASEAN: Jurnal Teologi Kristen 4, no. 2 (2023): 167–86. https://doi.org/10.34307/kamasean.v4i2.253.
McComiskey, Thomas Edward. The Minor Prophets: An Exegetical and Expository Commentary. Grand Rapids, MI: Baker Academic, 2009.
Pfeiffer, Charles F., and Everett F. Harrison. The Wycliffe Bible Commentary Tafsiran Alkitab Wycliffe Volume 2 Perjanjian Lama: Ayub - Maleakhi. Malang: Gandum Mas, 2014.
Sariri, Meilina Simon. “Violence in the Religious Language of Christianity: Historical Analysis of Christian Religious Language Containing Violence as a Source of Critical Theology.” PASCA: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen 20, no. 1 (2024): 11–19. https://doi.org/10.46494/psc.v20i1.347.
Setiawidi, Agustinus, and Tony Wiyaret Fangidae. “Pedoman Teori Pedagogis Untuk Membaca Teks-Teks Kekerasan Di Dalam Perjanjian Lama.” DUNAMIS: Jurnal Penelitian Teologi Dan Pendidikan Kristiani 5, no. 2 (2021): 278–95. https://doi.org/10.30648/dun.v5i2.355.
Stamps, Donald C. Alkitab Penuntun: Hidup Berkelimpahan. Edited by Donald C. Stamps. Bahasa Ind. Malang: Gandum Mas, 2004.
Subagyo, Andreas B. Pengantar Riset Kuantitatif & Kualitatif. Bandung: Kalam Hidup, 2004.
Sumual, E. N., Y. A. Arifianto, and Y. F. Rahayu. “Perang Komentar Dan Kekerasan Simbolik Di Era Digital: Formulasi Teologi Perdamaian Sebagai Kerangka Etis Dalam Pendidikan Agama Kristen Kontekstual.” ELEOS: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen 5, no. 1 (2025): 30–40. https://doi.org/10.53814/eleos.v5i1.240.
Thompson, J. A. Memahami Perjanjian Lama. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2008.
VanGemeren, Willem A. Interpreting the Prophetic Word. Yogyakarta: Andi Offset, 2006.
Veitch, J. Tafsir Alkitab Kontekstual-Oikumenis: Obaja. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2016.
Winata, Jordi. “Kedaulatan Dan Keadilan Allah Dalam Kitab Obaja Serta Relevansinya Bagi Kehidupan Masa Kini” 5, no. 2 (2023): 142–54.
Wonte, Yemdin. “Perang: Problem Teologis Dan Reinterpretasi.” Tumou Tou 1, no. 1 (2014): 20–30. https://www.ejournal-iakn-manado.ac.id/index.php/tumoutou/article/view/61.
Wright, Christopher J. H. Old Testament Ethics for the People of God. Downers Grove: IVP Academic, 2004.
Yang, Ferry. “Kerajaan Allah: Sebuah Tinjauan Eksegesis.” Veritas: Jurnal Teologi Dan Pelayanan 15, no. 1 (2014): 35–60. https://doi.org/10.36421/veritas.v15i1.292.
Yanti, Maria Evvy. “Penghukuman Dan Keselamatan Dalam Kitab Obaja Sebagai Pengajaran Allah Di Tengah Problematik Edom-Israel.” JURNAL EFATA: Jurnal Teologi Dan Pelayanan 7, no. 1 (2020): 43–55.
Yanti, Maria Evvy, and Seno Lamsir. “Pembalasan Setimpal (Lex Talionis) Dalam Kitab Obaja: Telaah Teologis Terhadap Konsep Keadilan Allah” 11, no. 2 (2025): 34–46.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

.jpg)



