Pedoman Menilai Ajaran Sesat Menurut Rasul Yohanes
DOI:
https://doi.org/10.38189/jtbh.v7i2.919Abstrak
Ajaran sesat yang muncul dari kalangan orang Kristen atau Kekristenan sudah sejak zaman para Rasul, di sepanjang sejarah gereja dan berlanjut sampai sekarang ini, bahkan sampai akhir zaman. Gereja sejati sebagai tubuh Kristus di bumi, harus melawannya dengan gigih, sebagaimana dilakukan oleh para Rasul. Penelitian ini mengkaji tentang cara menilai apakah sebuah ajaran itu disebut sesat atau tidak, khususnya mencermati petunjuk yang disampaikan oleh Rasul Yohanes dalam surat-suratnya. Tujuannya untuk memberikan pedoman bagi umat Kristen agar mampu menyikapi dengan kritis berbagai angin pengajaran yang muncul dan tidak gampang disesatkan. Penelitian ini memakai metode studi pustaka dengan pendekatan hermeneutik dalam menganalisis kitab I,II Yohanes. Selain itu surat kiriman lainnya dan literatur dari jurnal online juga digunakan untuk memperkaya data penelitian. Temuan penelitian memberikan beberapa petunjuk dari Rasul Yohanes untuk menilai sebuah ajaran sesat yaitu bahwa ajaran sesat menyangkal eksistensi Allah alkitab, menolak kemanusiaan Kristus, menentang otoritas dan ajaran para Rasul, serta mementingkan hal-hal duniawi.
Kata-kata kunci: Ajaran Sesat; Antikristus; Gnostikisme; Rasul Yohanes; Surat Yohanes;
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

.jpg)



