Karakteristik Gereja yang Sehat Berdasarkan Kitab Kisah Para Rasul: Kajian Eklesiologis dan Implementasinya bagi Gereja Kontemporer

Penulis

  • Harvenza Widi Murmanma STT Berita Hidup
  • Suhadi Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

DOI:

https://doi.org/10.38189/jtbh.v9i1.1235

Kata Kunci:

gereja sehat, Kisah Para Rasul, Eklesiologi, jemaat mula-mula, gereja kontemporer

Abstrak

Gereja abad kedua puluh satu menghadapi tantangan yang serius dalam menjaga kesehatan rohaninya di tengah arus konsumerisme, digitalisasi, dan fragmentasi kehidupan jemaat. Penelitian ini berangkat dari keyakinan bahwa Kitab Kisah Para Rasul menyediakan pola normatif bagi gereja yang sehat, yang tidak diukur semata-mata dari pertumbuhan kuantitatif, melainkan dari kedalaman kehidupan rohani dan kesetiaannya pada misi Kristus. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi karakteristik gereja yang sehat berdasarkan narasi jemaat mula-mula dalam Kisah Para Rasul serta merumuskan relevansinya bagi gereja kontemporer. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan hermeneutik biblika-teologis, mengkaji teks Kisah Para Rasul, khususnya Kisah Para Rasul 2:41-47 dan 4:32-37, dalam dialog dengan literatur eklesiologi klasik dan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gereja yang sehat ditandai oleh lima ciri yang saling berkaitan, yaitu ketekunan dalam pengajaran rasuli (didache), persekutuan yang otentik (koinonia), kehidupan ibadah yang berpusat pada Kristus (leitourgia dan proseuche), pelayanan kasih (diakonia), dan kesaksian yang berani (marturia), yang semuanya digerakkan oleh kehadiran dinamis Roh Kudus. Pembahasan lebih jauh menunjukkan bahwa kelima ciri tersebut membentuk kesatuan organik yang tidak dapat direduksi menjadi sekadar program institusional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kesehatan gereja bukanlah pilihan, melainkan keniscayaan teologis, dan implementasinya pada masa kini menuntut integrasi antara ajaran yang benar, komunitas yang tulus, dan kepedulian sosial, terutama dalam menghadapi godaan spiritualitas era digital yang cenderung mereduksi gereja menjadi sekadar wadah konten religius.

Kata Kunci: Gereja Sehat, Kisah Para Rasul, Eklesiologi, Jemaat Mula-mula, Gereja Kontemporer

Referensi

Aland, Barbara, Kurt Aland, Johannes Karavidopoulos, Carlo M. Martini, dan Bruce M. Metzger, eds. Novum Testamentum Graece. 28th rev. ed. Stuttgart: Deutsche Bibelgesellschaft, 2012.

Artanto, Widi. Menjadi Gereja Yang Misioner Dalam Konteks Indonesia. Yogyakarta: Taman Pustaka Kristen, 2008.

Bauer, Walter, Frederick W. Danker, William F. Arndt, and F. Wilbur Gingrich. A Greek-English Lexicon of the New Testament and Other Early Christian Literature. 3rd ed. Chicago: University of Chicago Press, 2000.

Darlin, Yulia, Ragil Kristiawan, and Rudy Chandra Saputra. “Nilai-nilai Kehidupan Kristiani Menurut Kisah Para Rasul 4:32-37.” JTS: Journal of Theological Students 10, no. 1 (2020): 24–32.

Dever, Mark. Nine Marks of a Healthy Church. 3rd ed. Wheaton: Crossway, 2013.

Djadi, Jermia. Diktat Teologi Pertumbuhan Gereja. Makassar: Sekolah Tinggi Theologia Jaffray, 2012.

Erickson, Millard J. Christian Theology. 3rd ed. Grand Rapids: Baker Academic, 2013.

GP, Harianto. Metodologi Dan Jenis-Jenis Pendekatan Penelitian. Vol. 1. Bandung: Agiamedia, 2024.

Grudem, Wayne. Systematic Theology: An Introduction to Biblical Doctrine. Grand Rapids: Zondervan, 1994.

Johnson, Luke Timothy. The Acts of the Apostles. Sacra Pagina 5. Collegeville: Liturgical Press, 1992.

Katarina, and Sabda Budiman. “Penerapan Fungsi Gereja Berdasarkan Kisah Para Rasul 2:42-47 Di Masa Pandemi.” Shalom: Jurnal Teologi Kristen 1, no. 1 (2021): 23–42.

Limbongbua, Eldista. “Kajian Teologis Kisah Para Rasul 4:32-37, Kaitannya Dengan Perilaku Hidup Jemaat Masa Kini.” Jurnal TEO PB 1 (2022).

L. M., Yusuf. “Model Pertumbuhan Gereja Yang Utuh dalam Kisah Para Rasul 2: 42-47.” Jurnal Teologi Berita Hidup 2, no. 2 (2020): 60–75. https://doi.org/10.38189/jtbh.v2i2.33.

Manalu, Lamtota. “Roh Kudus Dan Pertumbuhan Gereja Dalam Kitab Kisah Para Rasul (Kajian Teologis).” Providensi: Jurnal Pendidikan Dan Teologi 3, no. 2 (2020): 53–71.

Manaroinsing, Tirza, Aditya Setiawan, Hutana Pasaribu, and Djone Georges Nicolas. “Analisis Peran Roh Kudus Dalam Eksistensi, Pelayanan Dan Pertumbuhan Gereja.” Asian Journal of Philosophy and Religion (AJPR) 1, no. 1 (2022): 15–28.

Manik, R. Tarno. “Kajian Teologis Tentang Cara Hidup Jemaat Mula-Mula Dan Relevansinya Dalam Komunitas Salvation Serving And Confidant Of God Di GBI Keluarga Imamat Rajani Jakarta.” Mathetes: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen 1, no. 1 (2020): 89–100.

Marshall, I. Howard. Luke: Historian and Theologian. Exeter: Paternoster Press, 1970.

Nole, Otniel Aurelius, Juliantri Mayangsari Benu, Joi Niagara Junior Ruhukail, Dylan Azarya Radja Hedo, and Samuel Delahoya. “Komunitas Virtual dan Riil: Relasi Gereja dan Media Sosial di Era Digital.” Mitra Sriwijaya: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 5, no. 2 (2024): 146–163. https://doi.org/10.46974/ms.v5i2.122.

Peters, George W. A Theology of Church Growth. Grand Rapids: Zondervan Publishing House, 1981.

Rajagukguk, J. “Pemimpin Dan Gereja Bertumbuh.” Diegesis: Jurnal Teologi 3, no. 1 (2018).

Schwarz, Christian A. Natural Church Development: A Guide to Eight Essential Qualities of Healthy Churches. Emmelsbüll: NCD International, 1996.

Setiawan, David Eko. “Signifikansi Salib Bagi Kehidupan Manusia Dalam Teologi Paulus.” FIDEI: Jurnal Teologi Sistematika Dan Praktika 2, no. 2 (2019): 27–46.

Siahaan, Harls Evan R. “Karakteristik Pentakostalisme Menurut Kisah Para Rasul.” DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani 2, no. 1 (2017): 12–28.

Silaban, Lestari Br, et al. “Pentingnya Penanaman Gereja Menghasilkan Pertumbuhan Gereja Yang Sehat.” Pediaqu: Jurnal Pendidikan Sosial Dan Humaniora 2, no. 2 (2023): 1026–1034.

Suhadi, Suhadi, dan Ika Krismawati Halawa. “Karya Roh Kudus dalam Menempatkan Pelayan Gereja Berdasarkan Kis 6:1-7.” Manna Rafflesia 10, no. 1 (2023): 206–218.

Tannehill, Robert C. The Narrative Unity of Luke-Acts: A Literary Interpretation. 2 vols. Philadelphia: Fortress Press, 1986; Minneapolis: Fortress Press, 1990.

Tari, Ezra. “Konsep Gereja Berdasarkan Kisah Para Rasul 2:41-47 Dan Aplikasinya Dalam Bergereja Di Era Digital.” HARVESTER: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen 5, no. 1 (2020): 1–15.

Terok, Jevri. “Mengatasi Ketidakselarasan Dalam Jemaat.” Logon Zoes: Jurnal Teologi, Sosial Dan Budaya 1, no. 1 (2017): 18–31.

Van Deusen Hunsinger, Deborah. “Practicing Koin?nia.” Theology Today 66, no. 3 (2009): 346–367. https://doi.org/10.1177/004057360906600306.

Wagner, C. Peter. Strategi Perkembangan Gereja. Malang: Yayasan Penerbit Gandum Mas, 1996.

Whitney, Donald S. Spiritual Check-up. Terjemahan. Yogyakarta: Yayasan Gloria, 2018.

Zaluchu, Sonny E. “Eksegesis Kisah Para Rasul 2:42-47 untuk Merumuskan Ciri Kehidupan Rohani Jemaat Mula-mula di Yerusalem.” EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani 2, no. 2 (2018): 72–82.

Unduhan

Diterbitkan

2026-10-15

Cara Mengutip

Murmanma, H. W., & Suhadi. (2026). Karakteristik Gereja yang Sehat Berdasarkan Kitab Kisah Para Rasul: Kajian Eklesiologis dan Implementasinya bagi Gereja Kontemporer. Jurnal Teologi Berita Hidup, 9(1), 20–40. https://doi.org/10.38189/jtbh.v9i1.1235

Terbitan

Bagian

Articles